JAKARTA, KOMPAS.TV- Anggaran Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol) pada 2026 menjadi dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Total anggaran yang digelontorkan tahun ini untuk BHR mencapai Rp220 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, kenaikan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Jumlah yang diberikan ini BHR tahun 2026 bisa mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp220 miliar. Dan ini dua kali dari tahun lalu,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/3), dipantau dari tayangan Breaking News KompasTV.
Baca Juga: Airlangga: Anggaran THR ASN 2026 Naik 10 Persen
Ia menjelaskan, pada 2025 nilai BHR sekitar Rp100-110 miliar. Tahun ini, dua aplikator besar yakni GoTo dan Grab masing-masing mengalokasikan sekitar Rp100-110 miliar, meningkat signifikan dari Rp50 miliar per perusahaan tahun lalu.
Selain itu, aplikator lain seperti Maxim juga memperluas cakupan penerima.
“Maksim kepada 51.000 mitra sebagai penerima BHR, tahun lalu 1.000 mitra. Jadi meningkatnya juga besar,” ujar Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, BHR wajib diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran minimal 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih mitra selama 12 bulan terakhir.
Baca Juga: Menaker Bakal Minta Klarifikasi Aplikator Soal BHR Ojol Rp50 Ribu
“BHR keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai paling sedikit 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir,” ucap Yassierli.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bhr ojol
- bonus hari raya
- ojek online
- bantuan hari raya
- bhr 2026
- stimulus ekonomi





