JAKARTA, KOMPAS.com — Air zamzam masih menjadi salah satu barang buruan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Meski bukan musim haji, deretan toko perlengkapan haji dan umrah di Pasar Tanah Abang tak pernah benar-benar sepi dari pembeli yang mencari air tersebut.
Kemasan galon berukuran lima liter disusun di bagian depan toko, berdampingan dengan sajadah, mukena, hingga kurma.
Bagi sebagian orang, air zamzam bukan sekadar minuman.
Baca juga: Dari Stasiun hingga Lampu Merah, Potret Anak-anak Penjual Tisu di Jakarta
Ia dibeli sebagai oleh-oleh sepulang ibadah, dibagikan kepada keluarga yang menunggu di rumah, atau menjadi simbol pernah menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Di tengah permintaan yang terus berjalan itu, harga air zamzam di Pasar Tanah Abang saat ini berkisar antara Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per lima liter.
Seperti halnya di salah satu sudut Blok A Pasar Tanah Abang. Andi, pemilik Toko Mekkah, mengatakan harga yang ia jual saat ini masih Rp 350.000.
Ia belum menaikkan harga karena stok yang tersedia masih berasal dari pengadaan sebelumnya.
“Zam-zam itu kalau ini belum update. Saya masih ada stok (ukuran) lima liter Rp 350.000,” ujar Andi saat ditemui, Senin (2/3/2026).
Menurut Andi, harga air zamzam di Arab Saudi sebenarnya jauh lebih murah. Namun, biaya membawa barang tersebut ke Indonesia menjadi faktor utama yang membuat harga melonjak.
“Tapi sebetulnya zam-zam disana murah mas. Di sana itu paling Rp 40.000 kok, tapi mahalnya membawanya, Kalau kita pakai pengen nerbangan kan costnya lebih mahal daripada harga barang tersebut sebetulnya,” katanya.
Harga di tingkat pedagang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan permintaan pasar.
Ketika stok menipis sementara pembeli meningkat, harga pun ikut terdorong naik.
Baca juga: Jemaah Haji Nekat Bawa Air Zamzam ke Tanah Air, Sembunyikan di Termos hingga Kursi Roda
Pasokan dari travel dan awak kabinPasokan air zamzam di Tanah Abang sebagian besar berasal dari pramugari, awak kabin, serta travel umrah yang rutin bepergian ke Tanah Suci.
Pola ini, kata Andi, sudah berlangsung lama melalui hubungan saling percaya.
“Dari Pramugari sama awak kabin yang dapat jatah. Sama kita kan juga kerjasama sama beberapa travel. Travel itu kan punya tour leader. Tour leader itu kan mereka kan udah biasa, dia masih ada koper sisa dimasuk-masukin,” jelasnya.
Dalam satu rombongan umrah berisi sekitar 20 orang, jumlah galon yang bisa dibawa pulang berbeda-beda.
“Biasanya per satu rombongan jamaah kan sekitar 20 orang. Kita dapetnya bagi-bagian nih misalnya travelnya pinter bisa 40-50 galon,” ujar dia.
Meski demikian, ia menegaskan, tokonya hanya menjual ukuran lima liter sesuai kemasan resmi dari Arab Saudi.
Ia juga berhati-hati dalam memilih pemasok untuk menghindari barang palsu.
“Ini yang asli ada ininya (tulisan "Zamzam" timbul pada kemasan) yang enggak bisa dipalsukan,” kata dia.
Baca juga: Kisah Duka Keluarga Pensiunan JICT di Bekasi yang Tewas Misterius
Musim haji, harga bisa tembus Rp 600.000Kondisi berbeda terjadi saat musim haji. Alih-alih pasokan melimpah, Andi justru menyebut periode tersebut menjadi masa paling sulit mendapatkan barang karena aturan penerbangan lebih ketat.
“Kalau untuk haji ini kan diatur oleh pemerintah.Jadi agak susah, itu di satu penerbangan paling kita dapet 15-20 galon yang menyebabkan kenaikan harga disitu,” jelasnya.
Akibat keterbatasan pasokan dan tingginya permintaan, harga bisa melonjak signifikan.





