Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka akses informasi kepemilikan saham emiten di atas 1 persen kepada publik.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pembaruan ini merupakan bagian dari progres proposal yang sebelumnya disampaikan kepada penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE.
"Disclosure atas pemegang saham di atas 1 persen, yang kedua adalah data tipe investor yang lebih granular, ketiga adalah peraturan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dan yang keempat adalah shareholders concentration list," ujar Jeffrey, di Kantor BEI, Jakarta, Selasa (3/3).
Dia mengatakan, per sore hari ini setelah pasar tutup, data pemegang saham di atas 1 persen sudah dapat diakses publik melalui situs resmi BEI.
"Untuk itu pada hari ini dapat kami update bahwa per sore ini pada saat pasar sudah tutup shareholders name di atas 1 persen itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX. Data tersebut disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui website IDX," kata Jeffrey.
Sementara itu, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menyatakan kebijakan ini menandai babak baru keterbukaan informasi di pasar modal RI.
"Sesuai dengan keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 01 tahun 2026 ini di mana keputusan tersebut menunjuk KSEI dan Bursa Efek Indonesia sebagai penyedia data publik," ucap Samsul dalam kesempatan yang sama.
Atas perubahan ini, kata Samsul, format pelaporan telah disesuaikan dengan ketentuan OJK, termasuk penggabungan data kepemilikan dalam bentuk script dan scriptless.
"Formatnya salah satunya adalah menggabungkan antara kepemilikan yang dalam bentuk script sama dalam bentuk scriptless. Nah KSEI karena cuma punya data scriptless yang menyuplai data untuk yang script adalah data dari BAE (Biro Administrasi Efek)," tutur Samsul.
Dengan kebijakan ini, ambang batas pengumuman kepemilikan saham di BEI berubah dari sebelumnya di atas 5 persen menjadi di atas 1 persen.
Selain itu, KSEI juga memperbarui data tipe investor yang lebih rinci (granular). Per hari ini, pembaruan data telah mencapai 97 persen untuk tipe investor kategori korporasi dan lainnya, serta 93 persen untuk total investor institusi.
"Kami berhasil melakukan update 97 persen dari total dari 97 persen untuk tipe investor yang corporate dan other kemudian 93 persen untuk total investor keseluruhan institusi," imbuhnya.
Data granular tersebut ditargetkan tersedia berdasarkan posisi akhir Maret 2026 dan dipublikasikan pada awal April 2026.
"Jadi Insyaallah kami juga sudah akan bisa menyediakan data tersebut berdasarkan komitmen kita adalah data per akhir Maret 2026 dan mudah-mudahan kita bisa sediakan di awal April 2026 ini," ucap dia.





