Pernah Targetkan Rp 80 Ribu, Samuel Sekuritas Ternyata Punya 162 Juta Saham RLCO

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

PT Samuel Sekuritas Indonesia (kode broker: IF) tercatat menggenggam hingga total 162,67 juta lembar saham atau 5,2% PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan kepemilikan 1%, secara terperinci Samuel Sekuritas Indonesia menggenggam 87,91 juta saham RLCO atau 2,81%. Kemudian perusahaan induknya, PT Samuel Tumbuh Bersama, memiliki 74,76 juta atau 2,39% saham emiten sarang burung walet itu. Jika dikalkulasikan, kepemilikan kedua entitas tersebut di RLCO mencapai 5,2%.

RLCO menjadi emiten ke-25 di bursa pada Desember 2025 dan menunjuk Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan. 

Pernah Dipanggil BEI soal Target Harga Saham RLCO

Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu mengungkapkan telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia terkait riset yang memicu perdebatan di pasar, khususnya mengenai target harga saham RLCO yang diproyeksikan broker IF dapat menembus Rp 80.000. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Samuel Sekuritas. “Kami kalau enggak salah udah sempat panggil (Samuel Sekuritas). Nanti saya mesti nanya lagi ke teman-teman ya. Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan kepada wartawan di BEI, Senin (9/2). 

Irvan menyatakan, BEI juga akan mendiskusikan persoalan tersebut lebih lanjut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait langkah yang akan dilakukan ke depan. 

Sebelumnya, kalangan investor tengah dibuat ramai soal Samuel Sekuritas yang menargetkan harga saham RLCO bisa menembus level Rp 80.000. Padahal, saham itu baru seumur jagung alias baru melantai di BEI melalui initial public offering (IPO), bulan lalu.  

Investor ritel pun menduga target harga tersebut sebagai aksi broker IF "jualan" saham RLCO. Ada kekhawatiran hal itu mengarah ke praktik pump and dump yang dapat merugikan investor.

Adapun RLCO baru mencatatkan perdana sahamnya pada 8 Desember 2025 lalu. Saham emiten sarang burung walet itu sempat bertengger di level Rp 8.700 pada 20 Januari lalu, hingga disuspensi BEI seusai melonjak 5.078% sejak IPO.  

Analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi, sebelumnya pernah menyebut harga saham RLCO berpotensi melonjak hingga 820% lagi setelah menyentuh harga Rp 8.700 per unit. Menurut dia, hal itu didorong oleh peluang masuknya Indeks MSCI Indonesia kategori Big Cap. 

Dari sisi kinerja keuangan, kata dia, RLCO diperkirakan melampaui proyeksi laba bersih 2025 sekitar 15% dibandingkan estimasi Samuel Sekuritas. Berdasarkan perhitungan broker tersebut, dengan asumsi kapitalisasi pasar disesuaikan mencapai Rp 5,5 triliun atau setara Rp 8.800 per saham, RLCO berpotensi memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam Indeks MSCI Small Cap. 

Jonathan pun ketika itu membeberkan rekomendasi speculative buy harga saham RLCO, dengan target di Rp 80.000 per saham atau mencerminkan potensi kenaikan sebesar 820%. Hal itu sejalan dengan proyeksi setelah RLCO masuk ke dalam Indeks MSCI Large Cap dengan kapitalisasi pasar disesuaikan sebesar Rp 50,1 triliun.  

“Risiko utama terhadap perkiraan kami: penundaan inklusi MSCI dapat memberikan tekanan turun pada pergerakan harga saham,” kata Jonathan dalam risetnya, Senin (26/1). 

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor di Semarang Meluas hingga 5 Hektare, 22 Keluarga Terancam | KOMPAS PETANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
6 Drakor Terbaru Maret 2026 dan Paling Dinanti, Ada yang Bisa Nonton di Netflix
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bapanas pastikan bantuan beras-minyak goreng sebelum Lebaran
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
10 Jurusan Favorit di UGM untuk Referensi Daftar SNBT 2026, Lulusannya Banyak Diincar!
• 5 jam laludisway.id
thumb
Tak Punya Ancaman Langsung, Ternyata Ini Alasan AS Bantu Israel Serang Iran
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.