Pantau - Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN resmi meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah IDSD 2025 sebagai instrumen pengukuran berbasis data untuk memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
IDSD 2025 diposisikan sebagai kerangka evaluatif dan komparatif bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan secara lebih presisi, terukur, dan berbasis evidensi evidence-based policy.
Peluncuran IDSD 2025 merefleksikan komitmen BRIN dalam memperkokoh fondasi daya saing nasional melalui peningkatan kapasitas struktural dan institusional di tingkat daerah.
Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, keberadaan IDSD memiliki signifikansi strategis untuk memitigasi disparitas antarwilayah dan meningkatkan konvergensi pembangunan antar daerah.
Indeks ini juga mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah agar adaptif terhadap dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan disruptif.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan Indeks Daya Saing Daerah 2025 dirancang agar mudah dipahami para pemangku kepentingan di daerah.
Menurut Arif Satria, IDSD tidak hanya berfungsi sebagai alat pemeringkatan tetapi juga sebagai cermin untuk melihat posisi dan potensi masing-masing daerah dalam mendukung daya saing nasional.
Arif Satria menegaskan IDSD 2025 disusun sebagai alat bantu bagi daerah untuk mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing sektor pembangunan sehingga intervensi kebijakan dapat dirancang lebih tepat sasaran.
Intervensi kebijakan yang dirancang berbasis IDSD diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan sektor-sektor strategis daerah.
IDSD harus diperlakukan sebagai instrumen diagnostik kebijakan yang memberikan gambaran komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan struktural daerah.
Aspek yang dicakup meliputi ekosistem inovasi, sumber daya manusia, pasar, infrastruktur, hingga kelembagaan daerah sebagai fondasi peningkatan daya saing nasional.




