Pantau Eskalasi di Timur Tengah, Wamenhaj Pastikan Persiapan Haji Sesuai Rencana

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, namun memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan sesuai rencana. 

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap tahapan teknis maupun layanan bagi jamaah calon haji Indonesia.

Saat meninjau Asrama Haji Banten, Dahnil menyampaikan bahwa dinamika geopolitik yang berkembang belum mengganggu agenda persiapan yang telah disusun pemerintah.

BACA JUGA:Kemenhaj Pastikan Perlindungan, 6.047 Jemaah Umrah RI Berhasil Kembali ke Tanah Air

Menurutnya, seluruh komponen utama penyelenggaraan haji tetap bergerak sesuai jadwal.

“Tidak ada kendala. Sampai hari ini persiapan penyelenggaraan haji berjalan lancar. Belum ada dampak yang dirasakan terhadap proses persiapan,” kata Dahnil usai acara Simulasi Ibadah Umrah melalui Asrama Haji Banten, Tangerang, Selasa, 3 Maret 2026. 

Ia mengungkapkan, progres persiapan bahkan telah mencapai sekitar 95 persen. Capaian tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan akomodasi jamaah, pengaturan transportasi udara dan darat, hingga penyediaan konsumsi selama berada di Tanah Suci. 

Selain itu, kewajiban pembayaran layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) juga telah dituntaskan.

Dengan angka kesiapan yang hampir rampung, tahapan yang kini tengah difokuskan adalah proses pengelompokan jamaah atau grouping. 

BACA JUGA:Timur Tengah Memanas, Tim Khusus KUH Jeddah Siaga di 3 Terminal, Lindungi Jemaah Umrah RI

Dalam sistem perhajian Indonesia, pengelompokan ini dikenal sebagai pembagian kelompok terbang (kloter) yang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan serta kesiapan fasilitas di Arab Saudi.

“Tahun ini penyelenggaraan lebih cepat. Sekitar 95 persen sudah beres, tinggal grouping saja. Grouping itu artinya jamaah dikelompokkan dalam kloter-kloter sesuai jadwal,” kata Dahnil.

Ia menjelaskan, proses grouping bukan sekadar pembagian administratif, tetapi menjadi tahapan krusial untuk memastikan distribusi jamaah berjalan tertib dan terkoordinasi.

Setiap kloter akan disesuaikan dengan kapasitas penerbangan, pemondokan, serta layanan pendukung lainnya agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik tertentu.

Dahnil juga menekankan bahwa pemerintah tidak lengah terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok BBM Nasional Cuma Cukup 20 Hari Imbas Iran Tutup Selat Hormuz, Begini Operasinal SPBU Pertamina
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kasus Dugaan Ijazah Palsu Rismon, Saksi Serahkan Bukti Screenshot hingga Paper Email
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Komandan Seskoau: TNI AU Harus Siap Orkestrasi Kekuatan Multidomain di Era Perang Modern
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Geopolitik untuk Evakuasi Pekerja Migran Indonesia
• 4 jam laludisway.id
thumb
5 Berita Populer: Tom Holland Dikabarkan Telah Menikah; Perubahan Fariz RM
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.