Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Hitungan mundur 100 hari menuju Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan satu ironi menarik. Menjadi tim peringkat satu dunia terdengar sebagai keuntungan besar. Namun, sejarah justru menunjukkan sebaliknya.
Saat ini, Spanyol menempati posisi teratas dalam Peringkat Dunia FIFA. Konsistensi performa dan stabilitas taktik di bawah asuhan Luis de la Fuente membuat La Roja berada di puncak.
Akan tetapi, data sejak sistem peringkat FIFA diperkenalkan pada 1992 memperlihatkan fakta unik, yakni belum pernah ada tim yang masuk Piala Dunia sebagai peringkat satu dunia dan kemudian keluar sebagai juara.
Sejarah mencatat pola yang berulang. Pada 1994, Jerman memimpin ranking, tetapi Brasil yang mengangkat trofi di Amerika Serikat. Empat tahun berselang, Brasil datang ke Prancis 1998 sebagai peringkat satu dunia, namun takluk di final dari tuan rumah.
Prancis kemudian memuncaki ranking jelang Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, tetapi tersingkir di fase grup. Brasil kembali menjadi tim peringkat satu sebelum edisi 2006 dan 2010, namun langkahnya terhenti di perempat final.
Spanyol mengalami nasib serupa pada 2014. Datang sebagai peringkat satu dunia setelah meraih tiga gelar besar beruntun, mereka justru tersingkir di fase grup. Jerman pada 2018 dan Brasil pada 2022 juga gagal mematahkan tren tersebut.
Kini, jika turnamen dimulai hari ini, Spanyol akan terbang ke Amerika Utara sebagai tim terbaik di ranking dunia. Namun dua pembaruan ranking FIFA masih akan dilakukan sebelum Juni 2026. Laga Finalissima antara Spanyol dan Argentina bahkan berpotensi mengubah posisi puncak.
Siapa pun yang tiba sebagai peringkat satu, tantangannya jelas: mematahkan 'kutukan' sejarah dan membuktikan bahwa posisi teratas bukan beban, melainkan pijakan menuju gelar.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, dengan 48 negara yang terbagi dalam 12 grup. Turnamen ini digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kompetisi akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Dengan format baru tersebut, jalan menuju trofi semakin panjang dan kompetitif.
Di Indonesia, TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Lembaga Penyiaran Publik itu akan menayangkan total 104 pertandingan secara langsung melalui dua kanal digital, yakni TVRI Nasional dan TVRI Sport.
TVRI menerapkan dua pola siaran, yaitu simulcast dengan pertandingan yang sama di kedua kanal, serta siaran berbeda secara bersamaan, khususnya pada laga terakhir fase grup ketika pertandingan digelar serentak.
Siaran akan dimulai pukul 23.00 hingga 11.00 WIB. Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan menggunakan antena UHF biasa dengan mengarahkan ke pemancar TVRI terdekat.
Pemirsa juga perlu memastikan televisi telah mendukung siaran digital atau menggunakan set top box untuk perangkat analog, kemudian melakukan pemindaian ulang saluran.
Selain siaran televisi, TVRI juga akan menggelar nonton bareng di sejumlah daerah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
Seratus hari menjelang sepak mula, perhatian dunia tertuju pada siapa yang akan mengangkat trofi. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang terbaik, tetapi apakah peringkat satu dunia akhirnya mampu mematahkan kutukan panjang sejarah Piala Dunia.
Editor: Redaksi TVRINews




