Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Singkawang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghadiri Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, ia mengapresiasi kemeriahan sekaligus semangat kebersamaan masyarakat yang dinilainya menjadi contoh toleransi di Indonesia.
“Saya merasa senang, bangga, karena di Indonesia ada kota yang sangat toleran, nomor satu. Saya melihat sendiri, sudah empat tahun saya diundang, baru kali ini saya datang, menyaksikan langsung bagaimana toleransi antarumat beragama,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurutnya, keberagaman latar belakang masyarakat terlihat jelas dalam perayaan tersebut. Warga dari berbagai keturunan seperti Tionghoa, Melayu, Dayak, dan suku lainnya berbaur dalam suasana harmonis.
“Semuanya melting pot, bercampur baur di sini,” kata Tito.
Tito menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan satu kelompok etnis atau agama. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kepanitiaan maupun dukungan terhadap seluruh rangkaian acara.
Ia menilai semangat saling menghargai yang ditunjukkan warga Singkawang sejalan dengan praktik
toleransi dalam berbagai momentum keagamaan lain di Indonesia.
“Saya berharap acara seperti ini dan suasana yang penuh toleran di Singkawang ini benar-benar menggambarkan prinsip Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu Indonesia,” ucap Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyaksikan langsung berbagai penampilan karnaval budaya yang menjadi ciri khas Cap Go Meh Singkawang. Atraksi tersebut menampilkan perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak yang hidup berdampingan secara harmonis.
Festival Cap Go Meh Singkawang selama ini dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar di Indonesia. Selain menjadi daya tarik wisata, perayaan tersebut juga mencerminkan kekuatan keberagaman dan toleransi yang terjaga di tengah masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





