Kematian Khamenei Memicu Perubahan Rezim di Iran, Mengguncang Timur Tengah dan Dunia? 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas, yang mana kemungkinan menandai percepatan pergantian rezim di Iran. Apa dampaknya bagi Timur Tengah dan tatanan global? Berikut analisis para pakar.

Editor senior urusan internasional Tang Hao mengatakan:  “(Militer AS) sekali lagi berhasil melakukan serangan penargetan tingkat tinggi terhadap Khamenei. Ini menunjukkan kemampuan Amerika Serikat dalam pengumpulan intelijen presisi, komando dan komunikasi, serta persenjataan canggih—kapasitas serangan terpadu yang hingga kini tak tertandingi di dunia. Ini juga kembali menjadi peringatan keras bagi Partai Komunis Tiongkok.”

Para pakar menilai, Iran selama ini mendukung banyak kelompok bersenjata. Jika terjadi pergantian rezim, maka sumber pendanaan dan sistem dukungan bagi organisasi-organisasi teroris tersebut akan melemah.

Mantan Dekan Akademi Politik Militer Universitas Pertahanan Nasional Taiwan, Jenderal Yu Tsung-chi, menyatakan:  “Kita melihat Israel juga melakukan serangan penargetan terhadap basis misil dan struktur komando Hizbullah.”

Tang Hao menambahkan:  “Kali ini berhasil menyingkirkan proksi Timur Tengah yang didukung PKT dan Rusia—atau ‘pabrik’ terorisme di kawasan—yaitu Iran. (Donald Trump) pada kesempatan ini bisa dikatakan turun langsung, membersihkan aliansi ‘preman’ Timur Tengah yang dipimpin Iran. Tujuannya memutus kemampuan nuklir Iran agar dunia tidak terjerumus ke ancaman nuklir yang lebih besar, menggulingkan rezim Islam Iran, dan mengembalikan kebebasan kepada rakyat Iran.”

Aksi gabungan AS–Israel menunjukkan kemampuan serangan presisi yang memperkuat daya tangkal militer global, sekaligus dipandang sebagai peringatan bagi rezim PKT yang akan memengaruhi strategi mereka di Selat Taiwan.

Jenderal Yu Tsung-chi berkata:  “Iran ingin membesarkan konflik, tetapi kebijakan Amerika sangat jelas: perang cepat dan tuntas untuk menghancurkan fasilitas kemampuan nuklir. Tujuannya menjaga konflik tetap dalam lingkup serangan presisi yang terkendali.”

Tang Hao melanjutkan:  “Jika rakyat Iran adalah penerima manfaat paling menggembirakan dari pemboman ini, maka PKT adalah pihak yang paling ketakutan. Militer AS telah mencabut kartu penting PKT dalam diplomasi perantara. Selanjutnya akan berdampak pada cadangan minyak PKT—lebih dulu Venezuela, lalu Iran. Dua negara produsen minyak ini adalah sumber energi penting di belakang PKT, sehingga akan mengekang penimbunan energi untuk rencana agresi di Selat Taiwan, dan secara signifikan memukul ambisi PKT menyerang Taiwan.”

Analisis juga menunjukkan, perubahan rezim di Iran berpotensi melemahkan pengaruh strategis PKT dan Rusia di Timur Tengah.

Tang Hao mengatakan:  “Pemboman Iran oleh Trump juga secara tidak langsung memperingatkan Rusia agar tidak memicu kekacauan di Timur Tengah.”

Jenderal Yu Tsung-chi menambahkan:  “Baik Rusia maupun Tiongkok telah menyatakan secara terbuka tidak akan terlibat langsung dalam konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi secara diam-diam tentu akan memberikan dukungan penuh.”

Tang Hao menutup:  “Langkah berikutnya mungkin membawa lebih banyak harapan dan cahaya bagi rakyat Tiongkok. Akhir Maret, Trump akan menggelar pertemuan Trump–Xi. Setelah kehilangan kartu Iran, posisi Xi Jinping dalam isu Selat Taiwan akan semakin terjepit.”

Langkah selanjutnya Iran akan menentukan arah situasi Timur Tengah, dan dunia akan terus mencermati perkembangan serta stabilitas kawasan.

Laporan oleh reporter NTD Li Wei, Lin Xi, dan reporter khusus Luo Ya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Petir Diprakirakan Guyur Jawa Timur Seharian Ini
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Waspadai Sejumlah Titik Rawan Kemacetan pada Mudik Lebaran 2026
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Andi Azwan Klaim Rismon Sianipar Sudah Tidak Galak seperti Singa: Sekarang seperti Meong
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Anggota Komisi VIII DPR Minta Kemensos Libatkan Pemda dan Desa dalam Pemutakhiran DTSEN 2026
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Airlangga: THR Tidak Boleh Dicicil! Paling Lambat Harus Dibayar H-7 Lebaran
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.