Di Depan Gubernur Terdahulu, Pram Berkomitmen Rampungkan Legacy yang Belum Usai

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menyelesaikan berbagai legacy (warisan) yang ditinggalkan para gubernur terdahulu.

Hal itu disampaikannya langsung di hadapan para mantan Gubernur DKI Jakarta yang hadir dalam acara perayaan Cap Go Meh Jakarta, di antaranya ada Sutiyoso, Fauzi Bowo, Djarot Saiful Hidayat, hingga Anies Rasyid Baswedan.

“Karena hadir Gubernur-gubernur yang legend yang dulu dan sekarang ini saya lanjutkan. Maka ketika banyak orang bertanya kepada saya, apa yang akan saya kerjakan? Saya jawabnya sederhana. Saya melanjutkan hal-hal yang baik dari gubernur-gubernur sebelumnya,” kata Pramono di Pancoran Glodok Chinatown, Jakarta Barat, Selasa (3/3).

Pramono menyebut, salah satu legacy yang kini tengah dirapikan adalah proyek pembongkaran tiang monorel mangkrak yang merupakan peninggalan era Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso.

“Dari Bang Yos, monorelnya sudah rapi Bang Yos. 109 Monorel sudah kami rapikan, jalannya paling lama Juni akan selesai,” ujarnya.

Sementara itu, dari kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, Pramono menyoroti persoalan internal Majelis Kaum Betawi (MKB) yang menurutnya perlu segera diselesaikan.

“Dari Bang Foke, saya hanya minta satu aja MKB atau Majelis Kaum Betawinya segera rukun. Dan kita akan bangun untuk itu, termasuk saya sudah menyampaikan Museum Husni Thamrin segera kita renovasi dan hanya sudah ada,” ujar Pramono.

“Tetapi kalau museumnya sudah bagus, enggak rukun juga enggak baik. Jadi saya berharap segera rukun,” lanjutnya.

Pramono juga menyinggung legacy besar yang ditinggalkan Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Rasyid Baswedan, yakni Jakarta International Stadium (JIS). Ia memastikan pemerintahannya kini fokus menyempurnakan akses dan konektivitas kawasan tersebut.

“Dari Mas Anies, legacy Mas Anies yang luar biasa itu adalah JIS. Sekarang JIS sudah kita bangun transportasi untuk memudahkan bagi JIS. KRL nanti Mas Anies akan berhenti di JIS. Stasiunnya sudah final, mudah-mudahan segera selesai,” katanya.

Selain itu, Pramono mengungkapkan JIS juga dihubungkan langsung dengan Ancol untuk mengatasi persoalan parkir saat gelaran acara besar.

“JIS sekarang ini sudah kita hubungkan dengan Ancol. Bulan Mei diresmikan, mudah-mudahan Mas Anies bisa hadir. Kenapa dihubungkan antara Ancol dengan JIS? Karena persoalan parkir akan terselesaikan,” ujarnya.

“Sehingga orang perlu hanya jalan kaki kurang lebih 350 meter, semua mobil berapa pun bisa parkir di Ancol, atau motor bisa berparkir di motor di Ancol, sehingga JIS betul-betul menjadi tempat yang saya sebut masa depan Jakarta,” sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyinggung pertandingan Persija Jakarta dengan Borneo FC pada hari ini. Ia mengaku tak masalah jika dikritik karena dianggap terlalu memperhatikan klub kebanggaan warga Jakarta tersebut.

“Termasuk hari ini kebetulan Persija main. Dan saya mendoakan kalau Persija main, Persija menang lah. Walaupun saya dikritik masa Gubernur Jakarta ngurusnya Persija terus. Lah kalau saya Gubernur Jakarta ngurusnya Persik Kediri ya salah lah,” ujar Pramono.

“Walaupun Persik Kediri itu adalah kampung halaman saya, tempat anak saya sebagai Bupati Kediri. Enggak apa-apa, saya dikritik untuk itu,” seloroh Pram.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kematian Khamenei Memicu Perubahan Rezim di Iran, Mengguncang Timur Tengah dan Dunia? 
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Ichsanuddin Noorsy: Perang AS-Israel vs Iran Perparah Tekanan Ekonomi Indonesia, Rupiah hingga APBN Terancam
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kontroversi Beberapa Alumni Muda Harvard Indonesia: Ketika Elit Kehilangan Empati
• 17 jam laludisway.id
thumb
Pemprov Riau Hentikan Tambang Galian C Ilegal Seluas 14,8 Ha di Kampar
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Paul Scholes Remehkan Kemampun Carrick Bawa MU Juara, Sebut Carlo Ancelotti Sosok Paling Pas untuk Setan Merah
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.