Gerhana Bulan Total di Kudus Tertutup Mendung, Sempat Terlihat 59 Menit

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Gerhana Bulan total sempat bisa disaksikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (3/3). Meski akhirnya tertutup mendung, fenomena itu bisa disaksikan warga selama 59 menit.

Acara pemantauan gerhana Bulan itu diadakan di gedung serbaguna TBS lantai V, yang diikuti sejumlah lembaga yakni Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kudus, Kemenag Kabupaten Kudus, santri Ma’had Aly TBS Kudus dan beberapa tamu undangan lainnya.

Beberapa orang tampak bergantian melihat gerhana Bulan total. Ada yang memilih melihat langsung tanpa teleskop. Ada pula yang melihat secara real-time lewat teleskop serta aplikasi pada laptop.

Pada pukul 18.17 WIB gerhana Bulan total sudah dapat disaksikan di langit secara langsung tanpa bantuan teleskop. Sebagian permukaan Bulan terlihat merah darah. Namun, sebagian lagi tertutup mendung.

Meski begitu, pihak panitia menyediakan teleskop yang dapat tersambung dengan aplikasi ke laptop. Sehingga gerhana Bulan total berwarna merah dapat terlihat secara real-time melalui layar laptop.

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kudus, Jawa Tengah Azhar Latif Nashiran mengatakan, fenomena alam gerhana Bulan total se-Indonesia bisa terpantau sejak pukul 16.50 WIB sampai 22.17 WIB.

"Di Kabupaten Kudus gerhana Bulan bisa kita lihat sekitar pukul 17.53 WIB. Proses gerhana Bulan total dimulai 18.04 WIB berlangsung 59 menit. Tetapi gerhana Bulan masih bisa disaksikan sampai 20.17 WIB," katanya, Selasa (3/3) malam.

Ia menjelaskan, gerhana Bulan terjadi ketika posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu garis lurus. Yakni dengan posisi Bumi di tengah. Sinar Matahari yang masuk ke Bulan terhalang oleh Bumi.

"Bulan berwarna merah karena sinar Matahari yang masuk ke Bumi melalui atmosfer Bumi menimbulkan adanya pembiasaan. Sehingga cahayanya menghambur. Alhasil, bulan berwarna merah," sambungnya.

Pengamatan gerhana Bulan menurutnya sebagai bagian menyaksikan kebesaran Allah SWT. Selain itu juga untuk mengecek kebenaran fenomena alam. Pemantauan gerhana Bulan juga sebagai bagian menjalankan penelitian.

"Gerhana Bulan total yang terjadi hari ini bisa dilihat di Indonesia secara langsung. Seperti yang diketahui di tahun 2026 terjadi empat kali gerhana," imbuhnya.

Salah seorang siswa MA Assalam Kudus, Muhammad Muhlisin memilih datang untuk melihat prosesi gerhana Bulan total. Ia baru pertama kali menyaksikan gerhana Bulan total secara langsung.

"Mencari pengalaman langsung untuk menonton gerhana Bulan total ini. Saya baru pertama kali menyaksikan fenomena seperti ini bersama-sama," terangnya.

Senada, Siswi Ma’had Aly TBS Kudus, Marsa Rizka Achlani mengaku baru pertama kali mengikuti acara seremonial gerhana Bulan total. Ketertarikannya mengikuti acara ini agar mendapatkan pengalaman.

"Kebetulan acara ini kan dibuka untuk umum jadi saya datang langsung ke sini. Ternyata bagus, ya walaupun kalau dilihat secara langsung agak tertutup awan," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Perusahaan Pastikan Awak Aman
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kolaborasi Digital untuk Bahasa Daerah, Disbud Makassar Terima Audiensi Basa Ibu Wiki
• 8 jam laluterkini.id
thumb
BEI–KSEI Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen ke Publik
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kondisi Finansial Zodiak 4 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Insanul Ajukan Surat Perlindungan Hukum, Minta Penyidikan Laporan Mawa Ditunda
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.