KPK menyita sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Selain barang bukti elektronik (BBE), penyidik juga mengamankan kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Hal tersebut dijelaskan juru bicara KPK Budi Prasetyo saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/3).
“Nanti kami akan update. Di antaranya memang (Barang bukti elektronik) BBE juga diamankan, ada kendaraan juga ada yang diamankan,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, sejumlah barang bukti masih dalam perjalanan dari Pekalongan ke Jakarta.
“Beberapa barang bukti ini juga memang masih dalam perjalanannya karena memang tim ini sedang bergerak dari Pekalongan ke Jakarta,” kata Budi.
Terkait jumlah uang yang turut diamankan, Budi belum membeberkan detailnya. Ia menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan.
“Untuk uang nanti kita akan cek ya. Sementara untuk BBE dan juga kendaraan itu menjadi salah satu barang bukti yang diamankan,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menjelaskan perkembangan perkara lain yang masih berkaitan dengan dugaan suap proyek di daerah. Ia menyebut dalam perkara suap ijon proyek, tersangka dari pihak swasta diduga mengerjakan proyek di berbagai dinas.
“Jadi memang dalam perkara suap ijon proyek ini diduga pihak swasta, pihak tersangka, SRJ gitu ya, itu kan juga melakukan pekerjaan di berbagai dinas di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, dugaan aliran uang kepada pihak bupati berasal dari sejumlah dinas dan masih terus ditelusuri penyidik.
“Termasuk dugaan aliran uang kepada pihak bupati itu juga didapat dari beberapa dinas. Itu yang kemudian masih akan terus ditelusuri,” kata Budi.
Karena itu, penyidik memanggil sejumlah saksi untuk mendalami aliran uang tersebut, termasuk dari unsur DPRD.
“Sehingga dalam rangkaian penyidikan perkara ini sejumlah saksi dimintai keterangan untuk menjelaskan soal itu, termasuk soal aliran uang. Sehingga mengapa penyidik juga memanggil, meminta keterangan pihak-pihak dari DPRD misalnya. Itu juga didalami mengapa ada aliran uang dari pihak swasta kepada pihak-pihak tersebut,” tuturnya.
Sebelumnya, KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama dua orang lainnya, yakni ajudan dan orang kepercayaannya dalam OTT yang dilakukan di wilayah Semarang.
“Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati,” kata Budi.
KPK kemudian mengamankan 11 orang yang dibawa dari Pekalongan dalam kloter kedua pada Selasa (3/3) dari pengembangan 3 orang yang ditangkap sebelumnya. Dalam OTT gelombang kedua itu, sekda turut diamankan.





