HNW Minta Prabowo Ingatkan Donald Trump: Jika Serius dengan BoP, Hentikan Perang

suara.com
16 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung rencana Presiden Prabowo menjadi mediator konflik AS-Iran.
  • HNW menyarankan Prabowo mengunjungi Washington menemui Donald Trump memanfaatkan pujian sebelumnya.
  • Prabowo didorong mengingatkan Trump menghentikan agresi militer demi konsistensi Board of Peace.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

HNW menilai langkah ini merupakan pengejawantahan dari amanat konstitusi terkait politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Ia menekankan bahwa peran mediasi ini harus dilakukan dengan posisi yang jelas demi menghadirkan perdamaian dan keadilan.

Ia juga menyarankan agar Presiden Prabowo tidak hanya mengunjungi Teheran, tetapi juga terbang ke Washington untuk bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

“Ya tentu secara prinsip konstitusi memang membuat penegasan ya tentang pentingnya Indonesia aktif menghadirkan perdamaian dunia. Dan keaktifan itulah yang kemudian diejawantahkan menjadi ungkapan politik bebas aktif,” ujar HNW di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, kedekatan personal dan pujian yang pernah dilontarkan Donald Trump kepada Prabowo dalam pertemuan di Washington sebelumnya merupakan modal diplomasi yang sangat berharga.

Ia berharap Prabowo menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan Trump agar menghentikan agresi militer.

"Pak Prabowo sangat dipuji oleh Donald Trump, dikatakan sebagai presiden yang sangat berani, termasuk beliau malah nggak mau melawan gitu kan. Nah inilah bila demikian kondisinya dan kalau itu adalah satu pujian yang tulus, ini adalah kesempatan untuk kemudian mengingatkan Donald Trump bahwa serangan ini ya harus dihentikan," tegasnya.

HNW menilai serangan militer terhadap Iran tidak hanya bertentangan dengan Piagam PBB, tetapi juga menjauhkan dunia dari tujuan utama pembentukan Board of Peace (BoP).

Baca Juga: Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP

Ia mengkritik keras sikap AS yang justru memicu perang di tengah misi perdamaian yang mereka gaungkan sendiri melalui BoP.

"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk menyampaikan bahwa kalau memang serius dengan BOP, hentikan perang dong. Jangan malah katanya damai tapi malah justru menciptakan medan perang yang baru. Dan medan perang yang baru ini justru bukan hanya kemudian hanya terkait dengan Israel dan Iran, bahkan sekarang melebar ke kawasan teluk yang lain dan itu potensial untuk melebar ke mana-mana," lanjutnya.

Lebih lanjut, HNW mempertanyakan konsistensi Donald Trump yang diharapkan menjadi tokoh utama di balik BoP, namun saat ini justru mendukung terjadinya perang yang semakin meluas di Timur Tengah.

"Sehingga karenanya BOP menjadi dipertanyakan tentang konsistensi untuk kemudian menghadirkan perdamaian. Karena justru Donald Trump yang diharapkan menjadi panglimanya BOP-lah gitu ya, karenanya menghadirkan perdamaian menghentikan perang, justru beliau malah yang mendukung terjadinya perang ini," tuturnya.

Lebih lanjut, HNW berharap diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo tetap berada dalam koridor kepentingan nasional Indonesia dan mampu memberikan solusi nyata bagi ketegangan global saat ini.

"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk kemudian juga menyampaikan dalam konteks diplomasinya ini dengan cara-cara yang dibenarkan tentu saja, tapi tetap dalam koridor Indonesia yang bebas aktif, Indonesia yang dipercaya untuk kemudian bisa menghadirkan solusi," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Santriwati Modus Manipulasi Doktrin, Polisi Sita Kondom
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Perang AS–Iran Meluas, Cerita Pebisnis Taiwan di Dubai: “Pengeboman Terjadi Tepat di Luar Jendela”
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Bupati Toraja Utara Polisikan ASN yang Sebut Dirinya Dapat Duit Bandar Narkoba
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
PGI Prihatin Eskalasi Militer di Timur Tengah: Memperluas Kekerasan dan Ancam Keamanan Internasional
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Dugaan KDRT Libatkan Kepala Puskesmas, Polres Blora: Prosesnya Sempat Tak Berlanjut
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.