Langkah reforestasi kawasan hutan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Segati, Kabupaten Pelalawan, Riau dimulai. Sebanyak 2 ribu pohon ditanam kembali untuk memulihkan TNTN sebagai jantung Provinsi Riau.
Penanaman pohon dipimpin oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Selasa (3/3/2026). Turut hadir di lokasi, Wamen Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Supartono, Bupati Pelalawan H Zukri Misran, Dandim 0313/Kampar Letkol Czi Satriady Prabowo, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara dan jajaran Forkopimda.
Menteri Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penghijauan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah. Tidak hanya sekadar menanam, program ini berjalan beriringan dengan penindakan tegas terhadap perambah kawasan.
Raja Juli menyampaikan target reforestasi tahun 2026 ini mencakup 2.557 hektare dengan dukungan lintas sektor. Kegiatan launching reforestasi dilakukan di area seluas ±400 hektare dengan penanaman 2.000 bibit pohon, sebagai tahap awal dari total target pemulihan seluas 69.000 hektare.
"Selain kita menumbangkan sawit di TNTN, kita juga menyiapkan bibit-bibit pohon. Gunanya untuk ditanam guna mengembalikan fungsi hutan TNTN," kata Raja Juli Antoni.
Kegiatan reforestasi ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai lini. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, hadir langsung mendampingi rombongan menteri bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan kawasan berjalan aman dan terkendali.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, selaku Ketua Tim Terpadu Pemulihan Ekosistem (TP2E) TNTN, menekankan bahwa penanganan kawasan ini dilakukan secara kolaboratif melibatkan 12 kementerian dan lembaga. Hal ini dilakukan agar pemulihan hutan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keadilan bagi masyarakat.
Peluncuran reforestasi ini diharapkan menjadi titik balik kembalinya fungsi TNTN sebagai kawasan konservasi strategis. Dengan dukungan pengamanan dari 100 personil Brimob, 100 personil Samapta Polda Riau, serta 125 personil TNI, upaya pengembalian fungsi hutan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak main-main dalam menjaga kelestarian alam.
"Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pengembalian fungsi hutan, khususnya di TNTN. Mari sama-sama kita dukung kegiatan pemulihan ekosistem ini," tutur SF Hariyanto.
(mea/haf)





