Bisnis.com, PALEMBANG — Nilai ekspor Sumatra Selatan (Sumsel) diawal tahun 2026 menunjukkan penurunan tajam sebesar 29,59% (year on year/yoy).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan perkembangan ekspor di wilayah tersebut pada Januari 2026 mencapai US$382,63 juta atau turun dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$543,43 juta.
“Penurunan ini terjadi baik itu dari migas maupun nonmigas yang masing-masing turun sebesar 34,24% dan 29,19% yoy,” jelasnya, dikutip Selasa (3/3/2026).
Wahyu menjelaskan, dari tiga sektor yang ada seluruhnya kompak mengalami penurunan.
Ekspor sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat US$9,15 juta atau turun sebesar 6,24% yoy. Kemudian sektor pertambangan US$88,87 juta atau turun 60,33% yoy dan sektor industri pengolahan yang ekspornya US$256,14 juta atau merosot 3,83% yoy.
Namun demikian, apabila dilihat dari kinerja ekspor komoditas unggulan Sumsel, terdapat satu komoditas yang masih menunjukkan kinerja cukup baik, yaitu pulp dari kayu yang tercatat US$115,20 juta atau naik 24,21% yoy.
Baca Juga
- Jalur Kapal Dagang Terdampak Konflik Timur Tengah, Potensi Kerugian Eksportir Capai 80%
- Pengusaha Logistik Cari Rute Alternatif Ekspor Imbas Jalur Timur Tengah Lumpuh
- Kinerja Ekspor-Impor Jabar Januari 2026 Moncer, Neraca Dagang Tetap Surplus US$2,12 Miliar
“Sedangkan komoditas karet dan barang dari karet tercatat US$95,19 juta atau turun 25,51% dan bahan bakar mineral yang juga turun cukup dalam menjadi US$88,87 juta atau 60,33% yoy,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, pangsa ekspor Sumsel Januari 2026 masih didominasi oleh Tiongkok dengan besaran mencapai 41,43%. Adapun komoditas dan porsinya yaitu pulp dari kayu 71,29%, batubara dan lignit 12,61%, karet dan barang dari karet 11,85%.
Selanjutnya diikuti Vietnam 10,73% dengan komoditas batubara dan lignit, lemak dan minyak nabati, serta bahan kimia anorganik, serta ekspor ke Singapura, yang meliputi Batubara dan lignit, produk farmasi, serta komoditas kertas, karton dan barang.
“Untuk kawasan tujuan ekspor Sumsel di Januari 2026 masih sama yaitu Tiongkok dengan nilai ekspornya US$158,53 juta,” pungkasnya.





