Iran melancarkan serangan udara ke Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, pada Selasa (3/3) dini hari waktu setempat.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan, kantor kedutaan itu terkena dua serangan drone. Hal itu memicu kebakaran di area kompleks diplomatik. Kerusakan material yang ditimbulkan tergolong ringan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada media NewsNation bahwa pemerintahannya akan segera menyampaikan respons atas serangan terhadap kedutaan serta insiden-insiden yang menewaskan empat personel militer Amerika. “Anda akan segera mengetahuinya,” kata Trump.
Reuters melaporkan, asap hitam terlihat membubung di atas Kawasan Diplomatik Riyadh tak lama setelah serangan terjadi.
Tiga sumber yang berbicara kepada kantor berita itu mengaku mendengar ledakan keras dan melihat kobaran api di area kedutaan.
Namun, Kementerian Pertahanan Arab Saudi bersama salah satu sumber menyebut kebakaran yang muncul setelah serangan drone itu berskala kecil.
Dua sumber yang mengetahui peristiwa itu mengatakan kepada Reuters bahwa gedung kedutaan dalam keadaan kosong saat serangan berlangsung dan tidak terdapat laporan korban jiwa.
Sumber yang dekat dengan militer Arab Saudi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan kepada kantor berita AFP bahwa sistem pertahanan udara Saudi mencegat empat drone yang menargetkan kawasan diplomatik Riyadh dalam serangan itu.
Koresponden Al Jazeera, Mike Hanna, yang melaporkan dari Washington DC, menilai langkah Trump yang hanya menyampaikan komentar secara terbatas kepada sejumlah media secara terpisah—termasuk terkait serangan terhadap kedutaan—sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah keterlibatan negaranya dalam konflik berskala besar.
“Sejak konflik ini dimulai, ia menelepon wartawan secara individual dan memberikan sedikit demi sedikit informasi,” kata Hanna. Ia menambahkan, publik AS sejauh ini hanya menerima informasi terbatas dari presiden mengenai konflik tersebut.
“Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal bagaimana seorang presiden bersikap di masa konflik. Hal ini akan menjadi pertanyaan yang dipikirkan publik Amerika—setidaknya sebagian besar—dalam beberapa hari, pekan, bahkan bulan ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kedutaan Besar AS mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga negara AS yang berada di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran, Arab Saudi, untuk segera berlindung di tempat masing-masing menyusul serangan yang tengah berlangsung.
“Kami merekomendasikan warga negara Amerika di Kerajaan untuk segera berlindung di tempat dan menghindari Kedutaan hingga pemberitahuan lebih lanjut karena adanya serangan terhadap fasilitas tersebut. Misi AS untuk Arab Saudi terus memantau situasi regional,” demikian pernyataan kedutaan.




