KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Korupsi Pengadaan Outsourcing

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan secara detail bahwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengenai pengadaan outsourcing atau tenaga ahli daya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

“Salah satunya terkait dengan pengadaan barang dan jasa berupa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Jadi, ini diduga ada di beberapa dinas,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa.

Baca Juga :
KPK Bawa 11 Orang Terkait OTT Bupati Pekalongan, Ada Sekda Lamongan
Kadernya Kena OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum

Lebih lanjut Budi menjelaskan KPK menduga terjadi pengondisian dalam pengadaan tenaga ahli daya tersebut.

“Sejumlah pengadaan yang dilakukan di dinas-dinas pada Pemkab Pekalongan prosesnya diduga diatur atau dikondisikan, sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang,” katanya.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama pada 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026. Penangkapan ini mengenai dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

OTT kedua, pada 19 Januari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan penangkapan terhadap Wali Kota Madiun Maidi. Lembaga antirasuah pada 20 Januari 2026, mengumumkan Maidi sebagai salah satu tersangka dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan dengan modus imbalan proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.

Pada 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT ketiga dan menangkap Bupati Pati Sudewo. Pada 20 Januari 2026, KPK mengumumkan Sudewo sebagai salah satu tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

OTT keempat, pada 4 Februari 2026, yakni di lingkungan KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penangkapan terkait proses restitusi pajak di lingkungan KPP tersebut.

Pada 4 Februari 2026, KPK mengumumkan OTT kelima terkait importasi barang KW atau tiruan. Salah satu yang ditangkap adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal, yang sedang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.

Baca Juga :
Kata Polisi Soal KPK Laporkan Saksi Kasus Hasbi Hasan Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK Terkait Pengadaan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap Bareng Orang Kepercayaan dan Ajudannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Jambret Buat Korban Pingsan di Jakarta Barat Lalu Kembali Hampiri Pura-pura Menolong
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Warga RI Ada Kabar Baik, THR dan BHR Ojol Diumumkan Hari Ini!
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jangan Asal Tidur saat Puasa, dr Zaidul Akbar Ungkap Waktu Tidur Siang yang Dianjurkan Rasulullah SAW
• 29 menit lalutvonenews.com
thumb
Selain Mantan Presiden, Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol di Istana Malam Ini
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.