DPR RI Soroti Revitalisasi Pasar Krian dan Stabilitas Harga

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kristiono

TVRINews, Sidoarjo

Upaya revitalisasi Pasar Krian kembali mengemuka. Pasar terbesar di wilayah barat Kabupaten Sidoarjo ini dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur antarprovinsi dan kawasan industri, serta berbatasan langsung dengan Gresik dan Mojokerto.

Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan Pasar Krian berpotensi menjadi etalase perekonomian Sidoarjo.

“Pasar Krian ini paling besar dan letaknya sangat strategis, di jalur antarprovinsi dan wilayah industri. Seharusnya bisa menjadi pasar yang besar dan membanggakan. Ini etalase Sidoarjo karena berbatasan dengan Gresik dan Mojokerto,” ujar Bambang Haryo Soekartono saat meninjau pasar, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menilai pembenahan perlu dilakukan tanpa mengganggu hunian dan aktivitas pedagang yang telah berjalan. Revitalisasi harus dirancang agar pasar tetap ramai dan tidak kehilangan daya tarik pembeli.

“Jangan sampai dibangun tapi justru tidak laku, karena posisi pedagang tidak terlihat atau kurang tertata. Perlu perubahan yang tepat agar pasar ini semakin diminati,” tegasnya.

Selain pembenahan infrastruktur, ia juga menyoroti stabilitas harga sembilan bahan pokok. Harga kebutuhan pokok di Sidoarjo dinilai relatif terkendali, meski harga cabai mencapai Rp90 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah harga sembako bisa dikendalikan, kecuali cabai yang memang naik drastis. Ini perlu terobosan dari Dinas Perdagangan, mungkin dengan mendatangkan pasokan dari daerah yang harganya lebih murah seperti Sulawesi,” jelasnya.

Kepala Pasar Krian, Maria Ulfa, menyambut dukungan tersebut. Pengelola pasar terus melakukan pembinaan kepada pedagang, termasuk menjaga kebersihan, penataan lapak, dan peningkatan pelayanan.

“Kami rutin mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian, meskipun sudah ada petugas khusus. Fasilitas seperti keranjang belanja dan sarana pendukung lain juga kami siapkan agar pengunjung semakin nyaman,” ujar Maria Ulfa.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Krian, Sholeh, menegaskan pedagang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman agar pasar tradisional tetap kompetitif.

“Kami terus mendorong pedagang agar tidak hanya mengandalkan penjualan offline, tetapi juga memanfaatkan platform digital. Bahkan ada yang berjualan sambil live di media sosial sehingga pembeli dari luar daerah datang langsung ke Pasar Krian,” kata Sholeh.

Menurutnya, sejumlah pedagang kecil kini berkembang menjadi grosir karena Pasar Krian masih menjadi pusat kulakan bagi pedagang pasar desa di wilayah sekitar.

“Persaingan sekarang bukan hanya antar pasar, tapi juga dengan pasar online dan pasar dadakan. Karena itu kami ingin Pasar Krian tetap menjadi pusat perdagangan yang ramai dan diminati masyarakat,” tandasnya.

Revitalisasi Pasar Krian diharapkan memperkuat peran pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi lokal serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Sidoarjo dan sekitarnya melalui sinergi pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuan Dapat, Pahala Berlipat: Industri Halal dan Masa Depan Indonesia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Bersumpah Lawan AS-Israel Habis-habisan: Sekarang Adalah Waktu untuk Berperang
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Akan Evakuasi 15 WNI dari Iran
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bahlil Ungkap Alasan Impor Bioetanol dari AS, Singgung soal Spesifikasi
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Warga Jakarta Gelar Tahlil dan Penghormatan untuk Ayatollah Khamenei
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.