Jadi Ancaman Kelangsungan Hidup Israel dan AS, Seberapa Besar dan Apa Dampak Program Nuklir Iran?

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA –Selama puluhan tahun, ambisi nuklir Iran menjadi sumber ketegangan utama dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Banyak pihak khawatir Iran pada akhirnya bisa membuat senjata atom. Bagi Israel, Iran yang memiliki senjata nuklir dianggap sebagai ancaman terhadap kelangsungan negaranya.

Pada 2015, tercapai kesepakatan internasional penting yang membatasi aktivitas nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Namun Presiden AS saat itu, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian tersebut pada masa jabatan pertamanya.

Baca Juga :
Menlu Sugiono: Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator Jika AS-Iran Menghendaki
Kekuatan Angkatan Laut Iran 2026: Intip Berapa Banyak Kapal Perangnya

Di periode keduanya, upaya untuk merundingkan kesepakatan baru kembali gagal setelah AS dan Israel membombardir fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Kedua negara sebenarnya sempat melanjutkan pembicaraan pada 2026, sebelum akhirnya AS dan Israel melancarkan serangan udara ke berbagai target di Iran pada 28 Februari.

Lantas mengapa program nuklir Iran dikhawatirkan? Melansir laman Bloomberg Internasional, Rabu 4 Maret, Trump menyatakan bahwa AS memulai operasi tempur besar untuk menghilangkan ancaman yang dianggap mendesak dari rezim Republik Islam, termasuk untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Serangan itu dilakukan sehari setelah inspektur dari International Atomic Energy Agency (IAEA) badan pengawas nuklir PBB melaporkan adanya aktivitas rutin yang tidak dijelaskan di lokasi pengayaan uranium yang sebelumnya juga dibombardir pada Juni lalu.

Iran selalu menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan untuk kebutuhan energi. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada September mengatakan bahwa Iran tidak pernah dan tidak akan pernah berusaha membangun bom nuklir.

Namun sehari sebelum Israel melancarkan serangan pada Juni, IAEA secara resmi menegur Iran karena dinilai melanggar kewajiban kerja sama dengan para inspektur. Badan itu juga menyatakan tidak bisa memastikan apakah program nuklir Iran benar-benar “semata-mata untuk tujuan damai”.

IAEA memantau perubahan persediaan uranium hingga tingkat gram di seluruh dunia untuk memastikan bahan tersebut tidak dialihkan ke pembuatan senjata. Sejak serangan Juni, Iran memblokir IAEA untuk memverifikasi jumlah dan lokasi cadangan uranium yang pengayaannya sudah mendekati tingkat bahan baku bom. Situasi ini memicu kembalinya sanksi luas dari PBB.

Baca Juga :
Menlu Sugiono Sebut 15 WNI Bakal Dievakuasi dari Teheran
Jawaban Jumawa Donald Trump Jika Jadi Target Iran dan Tewas Diserang
Konflik AS-Iran Memanas, Habib Jafar Kasih Pesan Darurat: Bersiaplah!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teheran Kembali Diguncang Ledakan Seiring Serangan Terbaru Israel
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komisi IX DPR Minta TKI Dievakuasi Jika Perang AS-Israel Vs Iran Makin Parah
• 10 jam laludetik.com
thumb
Deretan Koleksi Terbaru dari UNIQLO, Hadirkan Nuansa Preppy hingga Minimalis yang Modern
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 2 Pemuda yang Jual Mesiu Lewat Grup WA Huru Hara
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Gladi Bersih TKA SD-SMP Akan Digelar Mulai 9 Maret 2026, Diikuti 8 Juta Siswa
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.