JAKARTA, KOMPAS.TV — Arus mudik Idulfitri atau Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan hujan masih mendominasi sepanjang Maret hingga awal April 2026, dengan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah strategis jalur mudik darat, laut, dan udara.
Pemerintah pun menyiapkan langkah mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengamankan pelabuhan penyeberangan utama.
Baca Juga: BMKG Update Bibit Siklon Tropis 90S, Lampung hingga Jawa Barat Berpotensi Hujan Lebat
Paparan tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri 1447 H/2026 di Jakarta, Senin (2/3/2026).
"BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran,” kata Faisal dikutip dari laman resmi BMKG.
Curah Hujan Masih Tinggi pada Maret–AprilBMKG memprediksi curah hujan selama Maret 2026 umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Bahkan, peluang curah hujan sangat tinggi berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Memasuki April, intensitas hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan Papua Tengah menjadi wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan sangat tinggi.
Secara umum, cuaca selama periode Idulfitri didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan lebat tetap perlu diantisipasi, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Pegunungan.
BMKG membagi proyeksi cuaca Maret 2026 dalam tiga fase.
Pada 1–10 Maret, hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan sedang hingga lebat di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Peringatan Dini Hujan Lebat BMKG 4-5 Maret 2026, Ini Daftar Wilayah Berstatus Siaga
Periode 11–20 Maret serta 21–31 Maret diperkirakan memiliki pola serupa. Namun, peluang hujan lebat tetap ada di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.
Sejumlah dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain Monsun Asia yang masih aktif, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Salah satunya adalah Bibit Siklon 90S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Risiko Penerbangan, Pelayaran, dan RobDi sektor penerbangan, BMKG mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) selama Maret.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id
- BMKG Idulfitri 2026
- prakiraan cuaca Lebaran 2026
- cuaca mudik 2026
- hujan lebat Maret 2026
- Operasi Modifikasi Cuaca
- gelombang laut Maret 2026





