Investor asing melakukan aksi beli besar-besaran saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup loyo pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Berdasarkan data RTI, IHSG ambles 77,06 poin atau -0,96% ke level 7.939,76, setelah bergerak di kisaran 7.932,52 hingga 8.098,39 sepanjang sesi.
Pergerakan saham didominasi tren negatif dengan 347 saham menurun, 343 saham menguat, dan 128 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat 47,02 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.952.817 kali, sementara nilai transaksi mencapai Rp29,7 triliun.
Investor asing membukukan net buy sebesar Rp3,45 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler tercatat net sell Rp1,17 triliun, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai, ada net buy mencapai Rp4,62 triliun.
Baca Juga: BEI Mulai Pampang Data Pemegang Saham 1% Hari Ini
Lonjakan beli ini dipicu oleh crossing saham PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO). Emiten yang dulunya bernama Sampoerna Agro ini mencatat net buy sebesar Rp4,7 triliun. Saham AGRO pun menutup perdagangan dengan kenaikan 6,67% ke Rp6.400.
Di sisi lain, net sell terbesar di pasar reguler datang dari PT Antam Tbk (ANTM) senilai Rp279,91 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp181,89 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp127,83 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp123,44 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp110,33 miliar.
Sementara itu, saham yang menjadi incaran net buy asing di pasar reguler antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp93,98 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp88,2 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp60,84 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp55,95 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp50,73 miliar.
Baca Juga: BEI Yakin Demutualisasi Bisa Dongkrak Bursa Masuk Top 10 Global
Meski IHSG ditutup di zona merah, data ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap saham-saham unggulan Indonesia masih tinggi, khususnya pada emiten dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang.





