Emosi Anggota TNI ke Taksi Online: Senggolan Mobil Berujung Todongkan Pistol

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Senggolan kecil di jalan berujung kekerasan.

Seorang sopir taksi online ditodong benda diduga pistol oleh pria yang belakangan diketahui sebagai anggota TNI di Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (1/3/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi di dekat KFC Paradise Viktor, Setu, itu terekam kamera dan viral di media sosial setelah diunggah akun @dashcamindonesia.

Dalam video, terlihat seorang pria mengacungkan benda menyerupai senjata api ke arah kepala pengemudi mobil online.

Baca juga: Pria yang Ngaku Aparat dan Todong Pistol di Tangsel ternyata Anggota TNI

Bermula dari senggolan mobil

Berdasarkan keterangan korban dalam unggahan video tersebut, insiden bermula sekitar pukul 20.30 WIB saat mobil yang dikemudikannya bersenggolan dengan kendaraan pelaku.

Pelaku disebut turun dari mobil dalam kondisi emosi. Adu mulut pun tak terhindarkan.

"Langsung mau mecahin spion kananku, sama spion kiriku juga. Nah, langsung ku halangi tuh pas dia mau mecahin spion," tulis korban dalam unggahan itu.

Cekcok yang awalnya hanya persoalan senggolan kendaraan kemudian berubah menjadi aksi kekerasan.

Todongkan pistol

Tak lama setelah adu mulut, pelaku diduga mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke arah kepala korban.

Dalam rekaman video yang beredar, pria tersebut terlihat mengacungkan benda diduga senjata api ke arah sopir.

Korban juga mengaku mengalami kekerasan fisik. Hidungnya berdarah akibat dipukul, sementara siku tangannya terluka karena dibanting.

"Aku diborgol juga, terus dia menonjok aku sampai hidungku berdarah," tulis korban.

Korban mengaku sempat mengajak pelaku menyelesaikan persoalan itu di kantor polisi. Namun ajakan tersebut ditolak.

"Ku ajak ke kantor polisi buat selesaikan masalah tapi dia enggak mau," tulisnya lagi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Karena merasa takut, korban akhirnya memilih menyelesaikan persoalan di lokasi. Ia juga menyebut pelaku sempat meminta uang sebesar Rp 900.000.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaktualisasi Realisme dalam Politik Global: State & Hard Power Kembali Dominan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Luncurkan Halal Goes to Campus di Unpad untuk Perkuat Literasi dan Ekosistem Industri Halal
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Prihatin Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Pemprov Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Tito Kebut Pembangunan Jembatan Perintis untuk Pulihkan Konektivitas
• 2 jam laludetik.com
thumb
APNI Tegaskan Shutdown 3 Smelter Nikel Tak Terkait Pemangkasan RKAB 2026
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.