Inter Milan vs Como, Cristian Chivu Ungkap Alasan Perubahan Taktik yang Mengejutkan

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PELATIH Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan penjelasan terkait perubahan taktik tidak biasa yang diterapkannya saat Nerazzurri ditahan imbang 0-0 oleh Como pada leg pertama semifinal Coppa Italia. Chivu mengaku terpaksa merombak formasi akibat krisis pemain dan jadwal yang padat.

Meski saat ini Inter Milan mendominasi Serie A dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen, performa mereka di kompetisi piala tampak kurang stabil. Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt, kini Inter harus puas dengan hasil imbang tanpa gol di markas Como dan akan menentukan nasib di leg kedua yang dijadwalkan pada 21 atau 22 April mendatang.

Krisis Lini Serang dan Eksperimen Baru

Absennya Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny, serta kondisi Marcus Thuram yang belum bugar sepenuhnya, memaksa Chivu menggunakan sistem baru. Ia menempatkan Andy Diouf dan Davide Frattesi sebagai dua gelandang kreatif di belakang striker tunggal, Francesco Pio Esposito.

Baca juga : Preview Como vs Inter Milan: Semifinal Coppa Italia 2026

"Saya memiliki beberapa masalah yang harus ditangani, kami terpaksa melakukan beberapa perubahan. Ini pertama kalinya saya bermain dengan sepasang gelandang kreatif yang mendukung striker," ungkap Chivu kepada Sport Mediaset.

Chivu juga mengakui keunggulan strategi Como yang memasang penyerang yang bergerak lebih dalam, sehingga merepotkan pertahanan Inter. Namun, ia mengapresiasi anak asuhnya yang mampu beradaptasi cepat meski hanya memiliki waktu persiapan 72 jam.

"Kami harus puas dengan apa yang kami miliki, dan para pemain melakukannya dengan baik untuk menyadari kesulitan pertandingan ini. Mereka memiliki pendekatan yang tepat, meskipun itu bukan tipe permainan Inter yang sesungguhnya, dan diakui tidak sangat menghibur untuk ditonton juga," tambah pelatih asal Rumania tersebut.

Baca juga : Cesc Fabregas Bangga Como Tahan Imbang Inter Milan di Coppa Italia

Fokus Menuju Derby della Madonnina

Hasil imbang ini juga tidak lepas dari upaya rotasi skuat menjelang laga krusial bertajuk Derby della Madonnina melawan AC Milan hari Minggu mendatang. Laga tersebut bukan sekadar derbi gengsi, melainkan pertarungan menentukan dalam perebutan Scudetto.

Terkait apakah taktik bertahan dan eksperimen dua playmaker ini akan kembali digunakan saat melawan Milan, Chivu masih enggan berspekulasi. Ia memilih memantau ketersediaan pemain dalam empat hari ke depan sebelum mengambil keputusan final.

Di akhir wawancara, Chivu sempat bercanda dengan mantan rekan setimnya, Christian Panucci dan Andrea Ranocchia, yang berada di studio. Menanggapi pujian mereka, Chivu berseloroh mengenai tekanan yang ia terima belakangan ini.

"Saya pikir saya lebih suka ketika mereka menghina saya, saya sudah sangat terbiasa dengan kritik akhir-akhir ini," tutup Chivu sambil tersenyum. (Football-Italia/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggaran Subsidi Energi Dihitung Ulang usai Harga Minyak Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Impor Beras AS, Menko Pangan: Itu Beras Khusus, Bukan Dikonsumsi Sehari-hari
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eskalasi Timur Tengah Meningkat, Wamen HAM Mugiyanto Mau ke Jenewa Malah Terjebak di Qatar Selama 3 hari
• 14 jam laludisway.id
thumb
Perkuat Hilirisasi Industri Kimia, Danantara dan INA Kucurkan USD 200 Juta untuk Pabrik CA-EDC
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Awal Mula Terungkapnya Pembunuhan Pasutri WN Pakistan di Puncak Bogor
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.