Melansir akun Instagram @badanbahasakemendikbud, Badan Bahasa Kemendikdasmen mengungkap ada satu kata lain yang juga sudah masuk KBBI dengan makna yang sama, yaitu godin. Sebelum membahas lebih jauh perbedaan godin dan mokel, yuk kenalan dulu dengan kata yang tengah ramai diperbincangkan ini. Apa itu godin? Melansir laman kbbi.kemendikdasmen.go.id, godin berarti makan atau minum secara sengaja untuk membatalkan puasa, biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Istilah ini bermakna negatif dan tidak patut ditiru.
Setelah memahami arti kata godin, kini kamu perlu pahami perbedaannya dengan mokel yang lebih dulu populer di masyarakat. Perbedaan godin dan mokel Mokel merupakan kata kerja cakapan yang berarti makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, dan biasanya dilakukan diam-diam. Perbedaan utamanya terletak pada asal bahasa dan penekanan maknanya.
Godin berasal dari bahasa Sunda dan lebih menekankan unsur kesengajaan dalam membatalkan puasa. Sementara itu, mokel lebih umum digunakan dan tidak secara spesifik menyebut asal bahasa daerahnya.
"Istilah ini memiliki makna negatif, ya #WargiDisdikJabar. Godin adalah perilaku sangat tercela karena makan dan minum sebelum waktu Magrib. Enggak boleh diikuti. Nah, selain godin yang memiliki konotasi negatif, ada juga beberapa istilah puasa dalam bahasa Sunda yang pastinya memiliki makna positif," tulis informasi di akun Instagram @disdikjabar dikutip Rabu, 4 Maret 2026.
Selain godin dan mokel, ternyata ada sejumlah istilah lain seputar Ramadan yang kaya akan kearifan lokal. Berikut istilah-istilah puasa dalam bahasa Sunda yang perlu kamu tahu:
Baca Juga :
Apa itu Mokel? Fenomena Batal Puasa Diam-diam yang Masuk KBBIItulah perbedaan godin dan mokel, serta sejumlah istilah Ramadan dalam bahasa Sunda yang kaya makna. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sobat Medcom!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





