Perang Iran Lawan AS-Israel, Menkeu Purbaya Tegaskan Suplai BBM Aman Meski Harga Minyak Naik

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak atau BBM nasional.

Purbaya menegaskan stok energi dan skenario fiskal telah diperhitungkan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Gangguan serius baru akan terjadi apabila tidak ada suplai sama sekali dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga :
Terungkap Otak dibalik Serangan ke Iran yang Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei
Terungkap! Alasan Ali Khamenei Selalu Sembunyikan Tangan Kanan di Dalam Jubah Semasa Hidup

"(Selama) 20 hari itu kalau nggak ada suplai sama sekali baru berantakan. Tapi, biasanya enggak seperti itu. Kita pasti bisa dapat suplai, tapi harganya lebih tinggi sedikit," ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Purbaya menjelaskan pemerintah telah melakukan simulasi untuk harga minyak mentah.

Menurutnya, apabila harga minyak naik hingga 92 dolar AS per barel, anggaran negara masih mampu untuk melakukan pembelian.

"Harga minyak kan naik mendekati 80 (dolar AS per barel) ya. Saya sudah hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pihaknya masih menghitung dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Di dalam APBN, harga ICP (harga minyak mentah Indonesia/Indonesian Crude Price) itu 70 dolar AS per barel, dan sekarang harga minyak sudah naik menjadi 78–80 dolar AS per barel," ujar Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

Dengan demikian, harga minyak dunia saat ini sudah berada di atas asumsi makro yang termaktub di dalam APBN 2026.

Sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, kenaikan harga minyak dunia lantas membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung oleh negara.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Perhitungan tersebut, kata Bahlil, akan dilakukan dengan hati-hati sebab terkait dengan subsidi energi di dalam negeri. (Ant)

Baca Juga :
APBN Masih Kuat Hadapi Krisis Global dan Eskalasi di Timur Tengah, Kata Menkeu Purbaya
Jadi Ancaman Kelangsungan Hidup Israel dan AS, Seberapa Besar dan Apa Dampak Program Nuklir Iran?
Menlu Sugiono: Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator Jika AS-Iran Menghendaki

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketum Parpol Tiba di Istana Penuhi Undangan Prabowo, Ada Bahlil hingga Surya Paloh
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Momen Hakim Peringatkan Kubu Gus Yaqut: Tidak Ada Suap dan Gratifikasi di Sidang Ini
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
KPK OTT Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Diciduk
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Penjelasan PAM Jaya soal Air di Pademangan Mati Selama Sepekan
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Sumatera–Jakarta, 109 Kg Sabu dan Ratusan Cartridge Disita
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.