Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan Pendidikan Rp181 Triliun Bukan untuk MBG

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Semarang, VIVA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memastikan bahwa pihaknya sudah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 181 Triliun ke DPR RI. Ia memastikan pengajuan ABT Kemendikdasmen itu bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini,” kata Mu’ti usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jawa Tengah, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga :
Heboh! Siswa Madrasah di Bengkulu Utara Disebut Meninggal karena Konsumi MBG, BGN Ungkap Fakta Sebenarnya
Airlangga: Pemerintah Alokasikan Rp 55 Triliun Bayar THR ASN di Lebaran 2026

Mu'ti menegaskan pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan DPR RI terkait pengajuan anggaran tambahan tersebut. ABT atau Anggaran Biaya Tambahan adalah permintaan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq
Photo :
  • Istimewa

ABT diajukan Kementerian dengan program yang membutuhkan anggaran biaya tambahan. 

Program pertama yang diajukan Kemendikdasmen dalam ABT itu adalah anggaran untuk program revitalisasi Satuan Pendidikan. Sebab, kata Mu'ti, saat ini banyak Satuan Pendidikan dalam kondisi yang rusak dan cukup memprihatinkan. 

“Kami mengajukan tambahan anggaran untuk revitalisasi 20 ribu Satuan Pendidikan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Program kedua adalah Program Digitalisasi Pendidikan. Dengan mempertimbangkan perintah Presiden Prabowo Subianto, saat ini setiap Satuan Pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interaktif Flat Panel) atau PID (Panel Interaktif Digital). 

Rencananya di tahun 2026 ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu Satuan Pendidikan. 

“Untuk digitalisasi itu kita akan bagikan 3 IFP per satuan Pendidikan,” katanya.

Program lain yang sudah disetujui DPR RI adalah program beasiswa untuk guru yang belum meraih jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1). Dengan program ini, para guru itu akan mendapatkan beasiswa sebesar 3 juta per semester. 

“Beasiswa ini akan diberikan untuk 150 ribu orang guru se-Indonesia,” kata Mu’ti. 

Guru honorer juga mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dalam usulan ABT yang telah diajukan oleh Kemendikdasmen ke DPR itu, guru honorer akan mendapatkan tambahan insentif. 

“Insentif untuk guru honorer akan dinaikkan, dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu,” ujar Mu’ti.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian tak terpisahkan dari program Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Baca Juga :
Isu Program MBG Dihentikan Usai Lebaran 2026, Kepala BGN Bilang Begini
Orang Tua Siswa Bakal Dipidanakan jika Unggah Menu MBG di Medsos? Bos BGN Beri Klarifikasi
Kata KPK soal Dugaan Mark Up Harga Bahan Baku MBG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Temui Wakil Ketua DPR, Dua Serikat Buruh Tegaskan Dukung Program Presiden Prabowo
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Liverpool Tumbang di Markas Wolves: Rekor Buruk Menit Berdarah Hantui Arne Slot
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
49 Tokoh Tewas, 40 Tanker Tertahan: Krisis Besar yang Mengguncang Energi Dunia
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Profil Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Istrinya Tewas Kecelakaan saat Naik Harley Davidson di Kulon Progo, Rekam Jejaknya Disorot
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Drama OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Hampir Lolos, Tertangkap di SPKLU Tengah Malam
• 3 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.