Penulis: Fityan
TVRINews-Washington DC
Amerika Serikat siapkan pengawalan militer dan asuransi kapal guna meredam lonjakan harga energi global.
Media asal Inggris The Guardian mengambarkan dalam tulisannya, ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS dapat dikerahkan untuk melindungi jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia tersebut.
Pernyataan Trump sebagai respons atas lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik terbuka antara poros AS-Israel dengan Iran.
Selain dukungan militer, Trump juga menginstruksikan International Development Finance Corporation (DFC) untuk memberikan jaminan asuransi risiko politik bagi pelayaran komersial di Teluk.
Upaya ini bertujuan untuk menekan kekhawatiran pasar yang melambung sejak operasi militer skala besar dimulai akhir pekan lalu.
Respons Militer dan Dampak Ekonomi
Reruntuhan bangunan pasca pengeboman selasa 3 Maret 2026 oleh Israel di pinggiran selatan Beirut (Foto: Xinhua)
Pasar minyak mentah global bereaksi tajam setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan gelombang serangan udara ke wilayah Iran. Serangan tersebut mengganggu jadwal pengiriman tanker dan menciptakan ketidakpastian logistik di kawasan.
Melalui unggahan di media sosial, Presiden Trump menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan energi dunia:
"Apapun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan kelancaran aliran energi ke seluruh dunia," tegas Trump.
Tantangan Sektor Pelayaran
Meskipun pemerintah AS menawarkan jaminan finansial melalui DFC lembaga yang biasanya bermitra dengan investor swasta di negara berkembang sejumlah pengamat dan pemilik kapal masih meragukan efektivitas kebijakan tersebut.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pengawalan militer dan dukungan asuransi mungkin belum cukup kuat untuk membendung volatilitas harga selama konflik bersenjata masih berlangsung aktif.
Bagi Trump, menekan harga bahan bakar adalah agenda ekonomi utama, sehingga penggunaan instrumen finansial dan militer dianggap sebagai opsi mutlak untuk mencegah gangguan pasokan global
Editor: Redaktur TVRINews





