Putin Telepon Pemimpin Negara Teluk, Desak Gencatan Senjata

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (2/3) mendesak gencatan senjata segera di Timur Tengah lewat serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin negara Teluk.

Putin menghubungi negara-negara tersebut saat perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran makin meluas ke kawasan.

Serangan balasan dari Teheran disebut menghantam sejumlah target di wilayah Teluk. Dampaknya, otoritas setempat menutup wilayah udara dan mengganggu lalu lintas di hub penerbangan besar seperti Dubai dan Abu Dhabi.

Kantor berita AFP melaporkan Putin berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

Dalam pembicaraan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, kedua pemimpin "menekankan perlunya gencatan senjata segera dan kembali ke proses politik serta diplomatik,” demikian pernyataan resmi Kremlin, dilansir AFP.

Putin juga menyatakan kesiapannya menyampaikan kekhawatiran UEA atas serangan balasan Iran langsung ke Teheran, serta membantu menstabilkan situasi kawasan.

Sementara dalam percakapan dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, keduanya mengungkap kekhawatiran atas “risiko meluasnya konflik dan bahaya terseretnya negara ketiga ke dalamnya.”

Sebelumnya, AFP juga melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam “setiap serangan terhadap target sipil, baik di Iran maupun di negara-negara Arab” dalam konflik yang sedang berlangsung.

Di tengah isolasi dari Barat akibat invasi ke Ukraina, Putin belakangan memperkuat kemitraan di Timur Tengah. Moskow menjaga hubungan dekat dengan Iran sekaligus monarki Teluk.

UEA bahkan muncul sebagai mediator penting dalam perang Rusia-Ukraina, memfasilitasi pertukaran tahanan hingga menjadi tuan rumah pembicaraan antara pejabat AS, Rusia, dan Ukraina terkait proposal perdamaian yang digagas Washington.

Teheran sendiri merupakan sekutu kunci Moskow dan disebut memasok drone Shahed yang digunakan Rusia dalam ofensif di Ukraina.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geopolitik Memanas, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Indonesia
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BREN Rampungkan Proyek Wayang Windu, Kapasitas Panas Bumi Tembus 1 GW Akhir 2026
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Konfirmasi Hadir
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Skandal Suap CPO: Hakim Sebut Syafei Hanya Perantara, Pemilik Korporasi Besar Masih Bebas?
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Kemenhub Atur Skema Pelabuhan Merak–Bakauheni hingga Ketapang–Gilimanuk Mudik Lebaran 2026, Ini Rinciannya!
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.