Mojtaba Khamenei dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.
IDXChannel - Mojtaba Khamenei dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Dilansir dari New York Times pada Rabu (4/3/2026), pemimpin tertinggi Iran yang baru akan dipilih oleh Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang.
Media Israel dan oposisi Iran melaporkan bahwa Mojtaba telah terpilih, meskipun media pemerintah Iran belum mengonfirmasi apa pun.
Awalnya, Mojtaba diyakini tewas bersama ayahnya dalam serangan gabungan Ameika Serikat (AS) dan Israel di Teheran pada Sabtu. Namun, banyak laporan media kemudian menyebutnya masih hidup dan dalam keadaan sehat.
Pria berusia 56 tahun itu dikenal sebagai sosok konservatif garis keras dan memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran yang berpengaruh.
Ia tidak memiliki jabatan resmi dalam pemerintahan ayahnya tetapi tetap dikenai sanksi oleh AS pada 2019.
Jika benar Mojtaba sekarang memimpin Iran atau akan segera memimpin, penunjukan itu tidak terduga.
Negara tersebut biasanya menghindari suksesi secara turun temurun. Republik itu berdiri setelah menggulingkan monarki dalam Revolusi Islam 1979.
“Jika dia terpilih, itu menunjukkan bahwa kubu yang sekarang berkuasa adalah sayap Garda Revolusi yang jauh lebih garis keras,” kata pakar Iran dari Universitas Johns Hopkins, Vali Nasr.
Iran saat ini dipimpin sementara oleh Dewan Pimpinan yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Mahkamah Agung Gholam Hossein Mohseni Eje'i, dan Ayatollah Alireza Arafi. (Wahyu Dwi Anggoro)





