Liputan6.com, Jakarta - Transjakarta menetapkan tarif Rp 1 untuk seluruh layanannya saat Lebaran 2026. Kebijakan ini merupakan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mendorong masyarakat semakin menggunakan transportasi publik.
Direktur Utama (Dirut) Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, kebijakan layanan gratis tersebut juga telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sejumlah kesempatan, dan kini tinggal menunggu pengumuman resmi terkait waktu pelaksanaannya.
Advertisement
“Tanggalnya tentu kita nanti mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu apakah nanti tanggal 1 Syawal atau tanggal berapa, 1 dan 2, nanti kita lihat,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).
Welfizon menyebut, tarif Rp 1 tersebut berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta.
“Jadi termasuk Transjabodetabek, terus kemudian BRT, non-BRT, itu sama, masuk semua,” kata dia.
Welfizon menyampaikan meski dikenakan Rp 1, layanan tercatat digratiskan. Pasalnya, sistem pembayaran digital Transjakarta tetap memerlukan nilai transaksi minimum.
“Secara sistem di TJ, MRT, dan yang lain itu Rp 0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp 1. Jadi Rp 1 dan Rp 0 sebenarnya secara rupiahnya tidak beda jauh lah ya,” jelasnya.



