Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan penertiban terhadap pengemis hingga manusia gerobak yang marak di bulan Ramadan. Ia meminta Satpol PP bertindak tegas.
“Kami sudah melakukan penertiban termasuk yang disebut dengan manusia gerobak. Dan Alhamdulilah sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya,” kata Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
“Dan kebetulan hari ini juga dilantik fungsional Satpol PP, yang mayoritas kami akan meminta mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pengemis yang ada di Jakarta. Karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global,” lanjutnya.
Meski demikian, Pramono menegaskan penertiban tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan represif.
Pemprov DKI tetap membuka kesempatan kerja yang adil bagi seluruh warga.
“Tetapi apa pun, sebagai pemerintahan, kami tentunya ingin bisa semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja,” tutur Pramono.
Ia menyebut, salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemprov DKI adalah membuka ruang kerja seluas-luasnya, termasuk dengan melonggarkan persyaratan pendidikan bagi pekerja layanan publik.
“Jadi ruang kerja itu harus adil, dibuka juga untuk misalnya PJLP, yang dulu syaratnya untuk pasukan oranye itu kan SMA, sekarang syaratnya SD saja cukup,” ucapnya.
Menurut Pramono, kebijakan tersebut untuk memastikan seluruh warga memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak.
“Itu salah satu terobosan yang kami lakukan untuk memberikan kesempatan semua orang bisa bekerja di Jakarta,” katanya.





