BNI Siapkan Rp 905,48 M untuk Buyback Saham, RUPS Digelar 9 Maret 2026

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan di tengah tekanan terhadap saham perbankan sepanjang 2025 akibat dinamika global dan tantangan domestik.

"Perkiraan nilai transaksi buyback sebesar-besarnya Rp 905.480.000.000,- (sembilan ratus lima miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah) (“perkiraan nilai transaksi buyback”)," tulis manajemen dalam Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (4/3).

"Perkiraan nilai transaksi buyback tersebut tidak melebihi 10 persen (sepuluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan, yang berasal dari arus kas bebas (free cash flow) berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya,” lanjut keterangan tersebut.

Nilai Rp 905,48 miliar itu, juga sudah termasuk seluruh biaya yang timbul dalam pelaksanaan buyback, seperti biaya transaksi, biaya penyimpanan, hingga commitment fee yang diperkirakan sekitar 0,32 persen dari nilai eksekusi.

Manajemen BNI menjelaskan, langkah ini dipertimbangkan karena tekanan yang membayangi saham perbankan Indonesia sepanjang 2025. Ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan ancaman perang tarif disebut berdampak signifikan. Di dalam negeri, industri perbankan juga menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan permintaan kredit (loan demand).

Kondisi tersebut membuat saham perbankan nasional terkoreksi lebih dalam dibandingkan bank-bank regional. Hingga 31 Desember 2025, harga saham BNI tercatat hanya tumbuh 0,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Meskipun lebih baik dari local peers, namun saham BNI masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank-bank regional peers," ungkap Manajemen BNI.

Di sisi lain, perseroan menilai fundamental kinerja masih solid. Manajemen memproyeksikan kinerja BNI tetap tumbuh positif, ditopang permodalan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, pertumbuhan kredit yang seimbang di seluruh segmen, serta dana murah yang terus meningkat berkat transformasi digital dan penguatan jaringan.

Namun, eskalasi konflik geopolitik dan perang tarif yang berlanjut dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi melalui nilai tukar. Hal ini juga bisa berdampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), termasuk saham-saham perbankan.

"Buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," jelas Manajemen BNI.

Dari sisi keuangan, penggunaan arus kas bebas untuk buyback akan menurunkan aset dan ekuitas perseroan. Meski demikian, manajemen memastikan dampaknya terhadap biaya operasional tidak material sehingga kinerja laba rugi diperkirakan tetap sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

Untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham, BNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 Maret 2026. Jika disetujui, periode pelaksanaan buyback diperkirakan berlangsung mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.

Setelah seluruh proses buyback rampung, saham hasil pembelian kembali tersebut akan dialihkan dengan cara dijual kembali, baik melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dan/atau digunakan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus. Pengalihan saham baru dapat dilakukan paling cepat 30 hari setelah pelaksanaan buyback selesai sepenuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK: Pembiayaan Paylater hingga Pinjol Melejit Jelang Bulan Puasa
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Ancam Serang Setiap Kapal yang Lintasi Selat Hormuz
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Bukan Sekadar Jalur Minyak, Mengenal Lebih Dekat Selat Hormuz yang Kini Ditutup Iran
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Usai 3,5 Jam Mendampingi Prabowo, Gibran Pulang Semobil dengan Jokowi
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Petugas Gabungan Bandara YIA Gagalkan Penyelendupan Benih Lobster Senilai Rp1,3 M
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.