Pertamina Buka Suara Soal 2 Kapal Minyaknya yang Masih Terjebak di Selat Hormuz

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pertamina sebut 2 kapal Minyak RI masih terjebak di Selat Hormuz saat perang Iran vs AS-Israel kian memanas di Timur Tengah.

Perusahaan minyak negara ini membenarkan jika ada empat kapal minyak yang saat oniberada di Timur Tengah.

BACA JUGA:Kekhawatiran Cadangan Minyak Imbas Konflik Timur Tengah Dibahas Prabowo Bersama Para Mantan Presiden

BACA JUGA:IHSG Merosot ke Zona Merah Imbas Konflik Timur Tengah

Dua diantaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang jalurnya ditutup oleh Iran saat ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat. 

Merespons hal itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, pihaknya terus memantau dan memastikan keselamatan dari pada para awak dan kapal utamanya keamanan aset perusahaan.

"Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana, mungkin ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz," terang Baron di Grha Pertamina, dikutip Rabu, 4 Maret 2026. 

BACA JUGA:Megawati ke Mana? Gak Kelihatan di Istana dalam Pertemuan Prabowo dan Eks Presiden

BACA JUGA:Gawat! Ada 4 Kapal Pertamina di Timur Tengah saat Konflik Iran vs AS-Israel Berkecamuk

Baron menambahkan, saat ini kondisi kapal minyak Pertamina di Selat Hormuz dalam kondisi aman. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan para awak dan juga Kementerian Luar Negeri, untuk bisa mengamankan aset perusahaan.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Kementerian ESDM, setiap harinya Selat Hormuz dilewati kapal bermuatan 20,1 juta barel minyak per hari.

Jalur emas ini juga digunakan Indonesia dalam kegiatan impor minyak dari sebanyak 19% dari kebutuhan impor secara nasional.

"Saat ini yang bisa kami sampaikan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah Itu ada sekitar 19% dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional," jelas Baron.

Opsi Impor Minyak ke AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah menyampaikan berbagai kemungkinan buruk imbas penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif atas ditutupnya Selat Hormuz.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu: Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator Bila Dikehendaki Iran dan AS
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Hadapan Mantan Presiden, Wapres, dan Tokoh Nasional, Prabowo Bahas Konflik Iran
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Gracia Indri Dikaruniai Anak Kedua, Diberi Nama Maxim Daniël Slijpen
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Terjaring OTT di Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq Dibawa ke Gedung Merah Putih KPK
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Penyaluran KUR untuk Penyintas Bencana Sumatera Tembus Rp12,23 T
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.