Akhir dari Sebuah Hadiah Besar

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seekor anjing milik seorang kaya raya hilang saat diajak berjalan-jalan. Sang pemilik segera memasang pengumuman di televisi:

“Anjing hilang. Siapa pun yang mengembalikan akan diberi imbalan 10.000 yuan.”

Pengumuman itu dilengkapi foto anjing kecil tersebut agar mudah dikenali.

Setelah iklan ditayangkan, banyak orang datang membawa anjing. Namun tak satu pun adalah anjing milik sang kaya raya.

Istri si kaya berkata,
“Mungkin orang yang benar-benar menemukannya merasa uangnya terlalu sedikit. Itu anjing ras Irlandia yang murni.”

Akhirnya, hadiah dinaikkan menjadi 20.000 yuan.

Sementara itu, orang yang sebenarnya menemukan anjing itu adalah seorang pengemis. Ia menemukannya ketika sedang tertidur di bangku taman.

Karena tidak melihat pengumuman pertama, ia baru mengetahui soal hadiah 20.000 yuan belakangan. Ia begitu girang. Seumur hidupnya, belum pernah ia mendapat keberuntungan sebesar itu.

Keesokan paginya, ia membawa anjing tersebut untuk menukarkannya dengan hadiah.

Namun saat melewati dinding layar televisi di sebuah pusat perbelanjaan besar, ia melihat pengumuman yang sama—hadiahnya kini naik menjadi 30.000 yuan.

Pengemis itu berhenti dan berpikir.
“Hadiah ini naiknya cepat sekali. Sebenarnya, seberapa berhargakah anjing ini?”

Ia pun berubah pikiran. Ia kembali ke gubuk reyotnya dan mengikat anjing itu lagi.

Beberapa hari kemudian, benar saja, hadiah kembali naik.

Selama beberapa hari berikutnya, pengemis itu hampir tidak pernah meninggalkan layar televisi di pusat perbelanjaan. Ia terus memantau jumlah hadiah yang semakin hari semakin besar.

Ketika nilai hadiahnya sudah membuat seluruh warga kota terkejut, barulah ia kembali ke gubuknya, berniat menyerahkan anjing itu.

Namun saat ia tiba, anjing tersebut sudah mati.

Anjing itu terbiasa makan susu segar dan daging panggang di rumah si kaya. Ia tak mampu memakan sisa makanan dari tempat sampah yang diberikan pengemis.

Sang kaya mengira uang bisa menyelesaikan segalanya, tetapi justru uang itulah yang memperumit keadaan.

Sang pengemis, karena keserakahannya, kembali ke kondisi semula—tidak memiliki apa-apa.

Baik si kaya maupun si miskin, keduanya melakukan kesalahan yang sama dalam menghadapi uang.

Hikmah Cerita

Uang bisa menjadi alat yang membantu, tetapi juga bisa menjadi sumber petaka. Garis pembatasnya adalah satu kata: keserakahan.

Keserakahan membuat uang berubah menjadi racun. Sebaliknya, rasa cukup menjadikan uang sebagai alat yang membawa manfaat.

Dulu manusia menciptakan uang agar bisa dipakai dan dimanfaatkan. Namun perlahan, justru manusia yang diperbudak oleh uang dan terjebak dalam kilau semunya.

Sang kaya merasa uangnya tak terbatas. Ia mencoba menyelesaikan segalanya dengan nominal yang semakin besar, tanpa mempertimbangkan sisi manusia dan batas kewajaran. Pepatah lama berkata, “Keserakahan tak pernah terpuaskan.”

Sementara sang pengemis kehilangan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan karena terlalu menunggu harga yang lebih tinggi. Ia tak pernah menetapkan batas kapan harus berhenti.

Kesalahan ini sering terjadi dalam kehidupan nyata, terutama dalam mengelola uang dan investasi. Tidak menetapkan batas keuntungan, dan tidak menetapkan batas kerugian.

Seperti orang yang melihat harga saham terus naik, lalu enggan menjual karena berharap naik lebih tinggi lagi. Ia terus membeli di harga yang makin mahal. Hingga akhirnya pasar berbalik arah dan ia terjebak.

Keserakahan selalu berbisik, “Tunggu sedikit lagi.”

Namun hidup sering kali berakhir sebelum “sedikit lagi” itu datang. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Jalur Minyak, Mengenal Lebih Dekat Selat Hormuz yang Kini Ditutup Iran
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Baja sebagai Fondasi Rehabilitasi Pascabencana, Krakatau Steel Hadirkan Solusi Cepat dan Terukur
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tangis Diam-diam Wardatina Mawa Usai Gugat Cerai Insanul Fahmi, Tetap Janji Tak Pisahkan Anak dari Ayahnya
• 50 menit lalugrid.id
thumb
Rupiah Ditutup Turun 4 Poin ke Level Rp16.872
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketiban Hoki, Jonathan Frizzy Ucap Syukur Sudah Dapat Pekerjaan Setelah Bebas dari Penjara
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.