JAKARTA, DISWAY.ID – Beredarnya kabar bahwa penangguhan impor pick up dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditanggapi oleh pihak Mahindra-Mahindra.
Dilansir dari media India, menyebutkan jika Mahindra tak terima penangguhan pemesanan mobil untuk KDKMP.
Diketahui bahwa Indonesia melalui Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor sebanyak 105.000 mobil pick up Scorpio untuk kebutuhan KDKMP.
Dari 105.000 mobil tersebut, sebanyak 35.000 LCV (Light Commercial Vehicle) atau Kendaraan Komersial Ringan dari Mahindra, sedangkan sisanya akan di pasok oleh Tata Motors.
BACA JUGA:Soal Pikap 105 Pikap Mahindra untuk Kopdes, Kemhan Bantah Bekingi Impor!
BACA JUGA:Tata dan Mahindra Singkirkan Raja Otomotif Tanah Air, Pasok 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih
Rencana impor ini mendapatkan berbagai tanggapan dan penolakan dari masyarakat hingga pelaku industri otomotif Tanah Air.
Pasalnya pabrikan otomotif Indonesia juga memiliki produk yang sama dengan kapasitas produksi yang bisa dibilang sangat besar.
Joao Angelo De Sousa selaku Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara menyampaikan jika pemesanan dari India ini dilakukan karena harganya yang sesuai dengan platform yang ditetapkan.
Sedangkan jika melakukan pemesanan dari mobil lokal, harganya mobil produk lokal terlalu tinggi apalagi dengan spesifikasi 4x4.
Rencana penundaan ini juga sempat disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan Wakil Ketua DPR.
Dasco menyampaikan jika pihaknya meminta pemerintah untuk menunda rencana impor mobil asal India tersebut.
BACA JUGA:Kritik Kopdes Merah Putih, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Lagi-lagi Soal Simulacra
BACA JUGA:Hino Kebut Produksi 10.000 Truk untuk Program Kopdes Merahputih, Target Tuntas 2026
Menurut Dasco, penundaan dilakukan sampai adanya pembahasan lebih detail terkait rencana impor mobil asal India bersama Presiden Prabowo Subianto.
- 1
- 2
- »





