RKAB Dipangkas, Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN Aman

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Dia mengatakan penataan RKAB dilakukan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk PLN.

RKAB Dipangkas, Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN Aman. Foto: inews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tetap aman di tengah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) komoditas tersebut.

Dia mengatakan penataan RKAB dilakukan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk PLN.

Baca Juga:
Bahlil Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi Berfluktuasi Imbas Perang AS-Iran

"Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan Maret-April, no issue," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menuturkan penataan RKAB dilakukan untuk menyelaraskan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global, sekaligus menjaga stabilitas harga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:
Bahlil Bakal Bangun Gudang Penyimpanan Minyak untuk Tiga Bulan di Sumatera

"RKAB untuk batu bara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batu bara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus," tuturnya.

Bahlil menjelaskan fakta yang terjadi saat ini justru berbeda. Indonesia memproduksi hingga 43 persen dari kebutuhan batu bara dunia, yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton. Namun, harga di pasar global justru mengalami penurunan. Kondisi itu terjadi lantaran harga ditentukan oleh mekanisme pasar internasional, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.

Baca Juga:
Bahlil Tegaskan Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

"Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand,(faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang," kata Bahlil.


(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rizky Billar Ungkap Cerita Unik di Balik Kehamilan Ketiga Lesti Kejora
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tak Perlu ke Luar Negeri, RSUP Wahidin Makassar Hadirkan Layanan Terpadu Penanganan Birth Defect
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Difasilitasi BHS, Warga Pucang Nikmati Bantuan Sarana Sosial
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Kubu Yaqut Pertanyakan Keabsahan Hitungan Kerugian Kasus Kuota Haji Rp 622 M
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat Soal Waktu Terbaiknya
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.