Terkini, Makassar — RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak dengan meluncurkan Wahidin Fetal Care Centre (WFC), sebuah layanan terpadu untuk penanganan kelainan bawaan (birth defect) pada bayi.
Kick off program ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 8 Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak pada Selasa (3/3/2026).
Melalui WFC, rumah sakit menghadirkan sistem layanan terintegrasi yang memastikan pasien mendapatkan penanganan komprehensif dalam satu alur pelayanan yang terkoordinasi, mulai dari deteksi dini hingga penanganan setelah kelahiran.
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, mengatakan kelainan bawaan masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir.
Banyak kasus yang terlambat terdeteksi sehingga diperlukan sistem layanan yang terintegrasi sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.
“Kelainan bawaan lahir masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Banyak kasus yang terlambat terdeteksi sehingga keluarga kehilangan harapan karena tidak adanya sistem layanan yang terintegrasi,” ujarnya.
Dengan hadirnya WFC, masyarakat di Kawasan Timur Indonesia kini tidak perlu lagi mencari layanan penanganan kelainan bawaan ke luar negeri.
RSUP Wahidin menyediakan layanan yang mencakup deteksi dini menggunakan teknologi diagnostik modern, intervensi terapi fetal, tindakan fetoskopi untuk kasus kompleks, hingga konsep table-to-table operation pada beberapa kelainan bawaan.
Menurut Annas, layanan ini mengusung konsep one stop service yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dan subspesialis sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh sejak fase prenatal hingga neonatal.
Selain sebagai layanan klinis, Wahidin Fetal Care Centre juga diproyeksikan menjadi Center of Excellence, pusat rujukan nasional untuk penanganan kelainan bawaan, sekaligus wadah riset dan pendidikan di bidang fetal medicine serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak bertaraf internasional.
Konsultan Fetomaternal RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. dr. Isharyah Sunarno, menjelaskan bahwa kelainan bawaan sebenarnya dapat dideteksi sejak janin masih berada dalam kandungan melalui diagnosis prenatal.
Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti USG kehamilan, tes darah janin, tes genetik, hingga amniocentesis atau pengambilan sampel cairan ketuban untuk memastikan kondisi janin secara lebih akurat.
Peluncuran WFC ini juga bertepatan dengan peringatan World Birth Defects Day yang diperingati setiap 3 Maret.
Momentum tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan anak perlu dipersiapkan sejak sebelum masa kehamilan hingga proses persalinan.
Melalui layanan ini, RSUP Wahidin berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian serta kecacatan pada bayi baru lahir, khususnya di kawasan Indonesia Timur.




