JAKARTA, DISWAY.ID - Fakta terbaru sosok Ermanto Usman yang tewas dibunuh saat sahur ternyata seorang aktivis yang pernah mengungakp dugaan korupsi.
Ermanto Usman (65) tewas dalam kasus perampokan di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin, 2 Maret 2026 pagi.
Sosoknya Ermanto Usman dikenal vokal yang memperjuangkan isu pekerja semasa aktif bekerja dan aktivis antikorupsi lantang menyuarakan dugaan korups di pengelolaan pelabuhan.
Mantan anggota serikat pekerja perusahaan peti kemas, PT Jakarta International Container Terminal (JITC) itu diduga tewas usai menjadi korban penganiayaan.
Sementara, istirnya Pasmilawati (60) saat ini dalam keadaan kritis.
BACA JUGA:Moge Harley Tabrak Jupiter MX di Kulon Progo, Tewaskan Istri Bos Rokok HS yang Sedang Dibonceng
Ermanto dan Pasmilawati ditemukan oleh anak bungsunya dalam keadaan bersimbah darah di atas kasur dan lantai.
Profil Ermanto UsmanErmanto Usman merupakan mantan anggota serikat pekerja perusahaan peti kemas PT JAkarta International Container Terminal (JICT).
Ia bukan sosok asing di kalangan buruh pelabuhan.
Semasa aktif bekerja di JICT, Ermanto menjabat sebagai ketua serikat pekerja dan dikenal vokal dalam membela hak butuh.
BACA JUGA:Tak Hanya Ayatollah Khamenei, Sejumlah Jenderal dan Petinggi Militer Iran Tewas dalam Operation Epic Fury!
Warga bekasi ini juga tercatat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT.
Selain vokal menyuarakan hak buruh, ia juga dikenal sebagai salah satu aktivits yang menyuarakan dugaan korupsi di pengelolaan pelabuhan.
Sebagai ketua Paguyuban, sosoknya aktif menyampaikan kritik terkait kerja sama antara Pelindo dengan Hutchinson Port Holdings (HPH) yang diduga merugikan negara.
Putra sulung korban, Fiandy A Putra (33) mengatakan ayahnya pensiunan PT JICT sembilan tahun lalu.
- 1
- 2
- 3
- »





