Penyelidikan Kasus Penemuan Dua Janin di Septic Tank Apartemen Malang Terkendala

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Malang: Penyelidikan kasus penemuan dua jenazah bayi di bak penampungan limbah atau septic tank sebuah apartemen di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, terus bergulir. Polisi kini memfokuskan penelusuran pada tamu-tamu yang check-in berdekatan dengan waktu kejadian dan tercatat datang serta pergi dalam waktu singkat.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menyebut proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala teknis. Sistem hunian dengan layanan sewa harian dan bulanan membuat arus keluar-masuk tamu sangat dinamis.

“Kendalanya mobilitas apartemen itu cepat. Bukan hanya tamu bulanan, tapi juga ada tamu harian,” ujar Khusnul saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Misteri 2 Janin di Septic Tank Apartemen Malang, Polisi Dalami Dugaan Praktik Aborsi

Penanganan perkara ini tidak hanya dilakukan Unit PPA, tetapi juga melibatkan tim operasional Satreskrim. Penyidik berupaya memetakan daftar tamu yang menginap pada rentang waktu krusial sebelum jasad ditemukan.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik gedung turut dianalisis untuk mempersempit dugaan. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan belum mengarah pada identitas terduga pelaku.

“Analisis CCTV masih berlangsung. Semua kamar arahnya terhubung ke saluran pembuangan tempat jasad ditemukan,” kata Khusnul.

Kondisi itu, kata dia, membuat penyidik harus menelusuri jaringan pipa untuk memperkirakan asal kedua janin tersebut. Sejauh ini, tiga orang dari pihak manajemen apartemen telah diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan terhadap penghuni belum direncanakan dalam waktu dekat.

“Untuk penghuni belum ada rencana pemanggilan,” singkat Khusnul.

Berdasarkan hasil visum sementara, dua janin itu masing-masing diperkirakan berusia sekitar empat bulan dan enam bulan dalam kandungan. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik aborsi yang terjadi di lingkungan apartemen.

“Masih visum sementara. Hasil otopsi belum keluar,” ungkap Khusnul.


Petugas Polsek Lowokwaru bersama tim INAFIS Polresta Malang Kota dan relawan medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara/istimewa.


Sebelumnya diberitakan, penemuan mengejutkan terjadi di sebuah apartemen di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat sore, 6 Februari 2026. Dua jenazah bayi yang masih berbentuk janin ditemukan mengambang di bak penampungan limbah atau septic tank di area lantai paling bawah gedung.

Temuan itu bermula saat petugas kebersihan melakukan pengurasan rutin. Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan proses pembersihan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan truk tangki penyedot.

"Pada mulanya, ketiga saksi melakukan pembersihan dan berlanjut dengan menguras bak limbah sekira pukul 15.00 WIB. Limbah tersebut dikuras dengan cara disedot menggunakan truk tangki," ujar Lukman, Sabtu 7 Februari 2026.

Setelah tangki pertama penuh, penyedotan dilanjutkan memakai armada kedua. Pada saat itulah saksi mendengar benda jatuh dari saluran pembuangan kloset menuju bak limbah.

"Saat dicek oleh saksi, ternyata barang yang jatuh itu adalah dua jenazah bayi yang masih berbentuk janin. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian," jelas Lukman.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Petugas Polsek Lowokwaru bersama tim INAFIS Polresta Malang Kota dan relawan medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua janin diketahui berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya masih lengkap dengan ari-ari atau tali pusar yang menempel dan diperkirakan berusia sekitar enam bulan kandungan.

Selanjutnya, dua jenazah bayi itu dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk membuka kemungkinan penelusuran bersama pihak pengelola apartemen guna mengungkap asal-usul janin tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Sebut Akses ke JIS Kini Makin Mudah, KRL Segera Berhenti Langsung di Stasiun Stadion
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Terbukti Suap Hakim Kasus CPO, Petinggi Wilmar Divonis 6 Tahun
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
2 Orang Jadi Tersangka Saham Gorengan BEBS di Mirae Asset Sekurita, OJK Juga Bekukan Rp14,5 Triliun!
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Subianto Akan Undang Mantan Presiden Bahas Geopolitik, Jokowi Dipastikan Hadir di Istana
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Lo Kheng Hong Ternyata Pegang 13 Saham di Atas 1%, Ada LSIP, RALS hingga SIMP
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.