Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menghadapi kekurangan persediaan rudal utama, termasuk rudal Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, saat serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran terus berlanjut.
Kekurangan persediaan rudal itu, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, CNN, dengan mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebut namanya.
Diungkapkan oleh pejabat senior AS tersebut, bahwa AS mengantisipasi "peningkatan besar" dalam serangan-serangannya untuk waktu 24 jam ke depan, sementara cadangan rudal serang dan rudal pencegat semakin menipis.
Pejabat senior AS itu mengatakan bahwa serangan-serangan awal dilaporkan berhasil melemahkan pertahanan Iran.
Fase selanjutnya, ujar pejabat tersebut, diperkirakan akan fokus pada penargetan fasilitas produksi rudal, kendaraan udara tanpa awak atau drone, dan kemampuan Angkatan Laut Iran.
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS disebut juga menghadapi kekurangan rudal Patriot yang berperan penting dalam mencegat serangan udara. Ini dikarenakan pertahanan udara Ukraina telah menggunakan sebagian besar persediaan rudal pencegat itu selama empat tahun perang melawan Rusia.
Belum ada tanggapan langsung dari Pentagon atau Gedung Putih atas laporan ini. Informasi serupa dilaporkan oleh Middle East Monitor dan media Turki lainnya, TRT World.
(nvc/ita)





