Kebiasaan Pakai Bidet Bisa Sebabkan Keputihan, Ini Alasannya

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, bidet menjadi bahan perbincangan di media sosial. Di satu sisi, alat ini dianggap lebih higienis dibanding tisu. Di sisi lain, muncul kekhawatiran: apakah penggunaan bidet bisa menyebabkan keputihan?

Pertanyaan ini wajar, apalagi menyangkut kesehatan area intim. Supaya tidak simpang siur, penting memahami dulu apa itu bidet dan keputihan, serta bagaimana keduanya bisa saling berkaitan.

Apa Itu Bidet dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bidet adalah perlengkapan sanitasi kamar mandi yang dirancang untuk membersihkan area genital dan anal menggunakan semburan air. Kini, modelnya beragam, mulai dari semprotan manual (hand shower) hingga toilet dengan fitur bidet otomatis.

Secara fungsi, bidet membantu membersihkan sisa kotoran setelah buang air. Dalam konteks kebersihan, alat ini justru bisa menjadi pilihan yang baik jika digunakan dengan benar dan dijaga kebersihannya.

Namun, persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya bidet, melainkan bagaimana cara penggunaannya.

Bukan Salah Bidetnya, Tapi Cara Pakainya

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG., menjelaskan bahwa bidet tidak otomatis menyebabkan keputihan. Namun, penggunaan yang kurang tepat bisa meningkatkan risiko iritasi dan gangguan keseimbangan bakteri.

Tekanan air yang terlalu kuat berisiko mengiritasi bagian luar organ intim (vulva). Selain itu, menyemprotkan air langsung ke dalam vagina, atau melakukan douching, dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik yang berperan penting melindungi area tersebut.

“Jika area intim terlalu sering terkena semprotan air bertekanan atau dibersihkan berlebihan, lapisan pelindung alami bisa terganggu. Akibatnya, bakteri baik berkurang dan bakteri jahat lebih mudah berkembang,” jelas dr. Gracia.

Ketika keseimbangan bakteri terganggu, risiko infeksi meningkat. Dari sinilah bisa muncul keputihan abnormal. Jadi, yang menjadi pemicu bukanlah bidetnya, melainkan kebiasaan penggunaan yang tidak tepat.

Risiko Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain tekanan air, kebersihan alat juga penting. Bidet yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika air yang digunakan tidak bersih, risiko kontaminasi pun meningkat.

Membersihkan area intim secara berlebihan juga bisa menjadi masalah. Banyak orang berpikir semakin sering dibersihkan, semakin sehat. Padahal, vagina memiliki sistem pembersihan alami. Intervensi berlebihan justru bisa mengganggu mekanisme tersebut.

Cara Aman Menggunakan Bidet

Agar tetap nyaman dan aman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan bidet:

  1. Gunakan tekanan air yang lembut

  2. Jangan arahkan semprotan terlalu dekat atau terlalu dalam

  3. Cukup bersihkan bagian luar (vulva), bukan bagian dalam vagina

  4. Pastikan air yang digunakan bersih

  5. Hindari sabun beraroma kuat atau antiseptik keras

  6. Keringkan area intim dengan lembut menggunakan tisu non-alkohol atau handuk bersih

  7. Hindari douching

Intinya, menjaga kesehatan area intim bukan soal seberapa sering dibersihkan, melainkan bagaimana caranya. Bidet bisa menjadi alat yang membantu kebersihan sehari-hari, selama digunakan dengan tepat dan tidak berlebihan.

Jadi, Ladies, tak perlu takut menggunakan bidet. Hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah memahami tubuh sendiri dan menerapkan kebiasaan yang tepat agar keseimbangan alami vagina tetap terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor Sumsel Awal 2026 Merosot US$160,80 Juta, Sektor Pertanian-Kehutanan Lesu
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Libas Atletico Madrid 3-0, Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Badan Atom PBB, IAEA Pastikan Iran tak Memiliki Senjata Nuklir
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Filipina Jadi Target Ekspor ke-11, Indonesia Kirim Unggas Olahan Setiap Hari ke 10 Negara
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 61,2 Juta Penerima di Seluruh Indonesia
• 13 detik lalupantau.com
Berhasil disimpan.