Filipina Jadi Target Ekspor ke-11, Indonesia Kirim Unggas Olahan Setiap Hari ke 10 Negara

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sektor perunggasan Indonesia tidak lagi sekadar memasok kebutuhan dalam negeri. Ekspor produk unggas olahan kini berlangsung setiap hari ke 10 negara, dengan Filipina dalam tahap penjajakan sebagai destinasi ke-11. 

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai melepas 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).

"Ini kita rintis lagi Filipina, berarti jadi 11 negara (tujuan ekspor produk olahan perunggasan nasional)," kata Amran dikutip dari ANTARA.

Kesepuluh negara tujuan yang sudah berjalan mencakup Uni Emirat Arab, Qatar, dan Oman di Timur Tengah, ditambah Papua Nugini, Myanmar, Brunei Darussalam, Republik Ceko, Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

"Salah satu tadi, ayam dengan telur kita ekspor itu tiap hari. Tiap hari terus-menerus dan diekspor ke 10 negara," ujar Amran.

Di balik konsistensi ekspor itu ada kalkulasi yang mendorong kebijakan ini sejak awal, produk unggas olahan terjual dua kali lipat lebih mahal dibanding ekspor ayam hidup, dari kisaran Rp30.000 naik menjadi Rp60.000 per kilogram.

Hilirisasi bukan sekadar jargon kebijakan, ia langsung terjemah ke angka yang bisa dirasakan peternak dan perusahaan eksportir sekaligus.

Amran menegaskan manfaat hilirisasi tidak berhenti di pintu pabrik. Stabilitas permintaan dari pasar ekspor menciptakan kepastian harga di tingkat peternak rakyat yang selama ini paling rentan terhadap fluktuasi harga ayam dan telur domestik.

"Inilah tujuan pemerintah kita lakukan hilirisasi. Meningkatkan pendapatan petani, peternak, pendapatan perusahaan," kata Amran.

Untuk menjaga momentum ekspor, pemerintah turut memangkas hambatan administratif. Proses perizinan ekspor ditargetkan tidak melewati satu kali 24 jam, bahkan idealnya tuntas dalam satu jam.

Baca Juga: Niali Ekspor RI ke Iran Tembus US$18,5 Juta pada Januari 2026

"Pelayanan tidak boleh lebih dari satu kali 24 jam. Bila perlu satu jam, selesai surat-suratnya. Kita berikan kemudahan mereka. Kita ini pemerintah melayani rakyat. Itu pesan Bapak Presiden. Kita layani mereka dengan baik, (agar) ekonomi bergerak," kata Amran.

Percepatan layanan itu dinilai krusial untuk menjaga daya saing produk unggas nasional di pasar internasional yang tidak menoleransi hambatan administratif sekecil apapun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setahun Ditahan, Kerugian Nikita Mirzani Disebut Tembus Rp200 Miliar
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Eks Pemain Barcelona Ungkap Detik-Detik Kabur dari Iran: Kami Sudah di Pesawat Lalu Disuruh Turun
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Rizky Billar Ungkap Cerita Unik di Balik Kehamilan Ketiga Lesti Kejora
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menpar Dorong Transformasi Destinasi Berkembang di UN Tourism Ministers’ Summit 2026
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Ingin Jadi Mediator AS-Iran, Guru Besar UI: Belum Perlu, Sebaiknya Tegas terhadap Penyerang
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.