Investor Asing Borong Saham RI USD 203,5 Juta, Terbesar dalam 4 Bulan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Investor asing membeli saham Indonesia dalam jumlah terbesar dalam lebih dari empat bulan, seiring dengan inisiatif baru dari pemerintah meningkatkan daya tarik pasar investasi nasional yang memperkuat sentimen pasar.

Dikutip dari Bloomberg, investor global membeli saham lokal senilai USD 203,5 juta pada Selasa (3/3), jumlah terbanyak sejak 29 Oktober 2025. Aliran modal yang masuk kembali terjadi pada Februari, setelah penarikan pada bulan sebelumnya menyusul peringatan Morgan Stanley Capital Index (MSCI) dan kemungkinan peringkat Indonesia turun menjadi pasar negara berkembang.

Analis Citigroup Inc., Ferry Wong, mengatakan keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan ambang batas informasi kepemilikan saham menjadi 1 persen merupakan langkah penting untuk mengatasi kekhawatiran MSCI terkait transparansi dan free float.

“Pembaruan perkembangan IDX terbaru merupakan langkah penting dalam mengatasi kekhawatiran utama MSCI seputar transparansi dan kelayakan investasi,” tulis Wong dalam sebuah catatan, dikutip Rabu (4/3).

Dengan meningkatkan visibilitas kepemilikan, kata dia, regulator berupaya mencegah potensi penurunan peringkat. Investor kini akan mengamati apakah langkah-langkah tersebut cukup untuk mengamankan dukungan MSCI dan mempertahankan pemulihan arus masuk asing.

“Pengungkapan kepemilikan manfaat akhir di atas ambang batas 1 persen telah selesai dan kini telah aktif, yang memberikan kejelasan lebih besar tentang saham yang beredar bebas, mengurangi ketidakpastian seputar likuiditas dan kelayakan indeks untuk nama-nama besar Indonesia," jelas Wong.

Sebelumnya, BEI resmi membuka akses informasi kepemilikan saham emiten di atas 1 persen kepada publik. Dengan kebijakan ini, ambang batas pengumuman kepemilikan saham di BEI berubah dari sebelumnya di atas 5 persen menjadi di atas 1 persen.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pembaruan ini merupakan bagian dari progres proposal yang sebelumnya disampaikan kepada penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE.

"Disclosure atas pemegang saham di atas 1 persen, yang kedua adalah data tipe investor yang lebih granular, ketiga adalah peraturan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dan yang keempat adalah shareholders concentration list," ujar Jeffrey, di Kantor BEI, Jakarta, Selasa (3/3).

Dia mengatakan, per sore hari ini setelah pasar tutup, data pemegang saham di atas 1 persen sudah dapat diakses publik melalui situs resmi BEI.

"Untuk itu pada hari ini dapat kami update bahwa per sore ini pada saat pasar sudah tutup shareholders name di atas 1 persen itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX. Data tersebut disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui website IDX," kata Jeffrey.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laporan Terbaru Think Tank Hudson Institute Menilai Risiko Perang AS–Iran 
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Anak Muda Ramai-Ramai Sewa iPhone di Momen Ramadan dan Lebaran, Ternyata Ini Alasannya
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
DKI Jakarta Bakal Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok, Terintegrasi MRT
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Inggris tidak akan bergabung dengan AS dan Israel untuk serang Iran
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Sindikat BBM Toraja Sakti! 4 Sopir Tangki Rakitan Bebas, Pemilik Mobil dan SPBU Tak Tersentuh!
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.