Magelang (ANTARA) - Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah di antara bebatuan dalam operasi pencarian hari kedua korban banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo, lereng Gunung Merapi, Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto di Magelang, Rabu, menyampaikan hingga kini dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Dua korban yang telah ditemukan atas nama Heru Setyawan (25) warga Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26) warga Ngargosoko Srumbung, Kabupaten Magelang.
Ia mengatakan pada hari kedua operasi tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses evakuasi dengan radius pencarian hingga empat kilometer dari lokasi awal.
Baca juga: BPBD: Waspada banjir lahar Gunung Merapi selama musim hujan di DIY
SRU pertama melakukan penyisiran dengan melekat pada unit K9 milik Polresta Magelang. SRU kedua menyisir dari lokasi awal terjeratnya kendaraan hingga Dam 1. Sementara SRU ketiga melakukan pencarian dari Dam 1 hingga Dam 2 dan berakhir di wilayah Bendo.
"Dari informasi yang kami terima ada empat korban yang dilaporkan hilang. Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan dua korban. Pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan," kata Arif Yulianto.
Ia menuturkan kedua jasad korban ditemukan di antara bebatuan besar dengan jarak sekitar tga kilometer dari titik awal kejadian.
"Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai komunitas potensi SAR di wilayah Magelang dan sekitarnya," kata Arif.
Baca juga: BPPTKG ingatkan potensi lahar hujan dari timbunan material Merapi
Selain korban jiwa, banjir lahar dingin juga menimbulkan kerugian material. Berdasarkan pendataan sementara, tiga truk dilaporkan terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak di area aliran lahar.
Dua alat berat jenis Kobelco juga dilaporkan masih terpendam material pasir dan batu dan hingga kini belum dapat dievakuasi.
Diketahui, banjir lahar dingin terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi.
Dalam operasi hari pertama, satu korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat lainnya dalam pencarian, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka. Dua diantaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Muntilan.
Baca juga: Empat gunung api berstatus Siaga dalam pantauan intensif BNPB
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto di Magelang, Rabu, menyampaikan hingga kini dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Dua korban yang telah ditemukan atas nama Heru Setyawan (25) warga Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26) warga Ngargosoko Srumbung, Kabupaten Magelang.
Ia mengatakan pada hari kedua operasi tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses evakuasi dengan radius pencarian hingga empat kilometer dari lokasi awal.
Baca juga: BPBD: Waspada banjir lahar Gunung Merapi selama musim hujan di DIY
SRU pertama melakukan penyisiran dengan melekat pada unit K9 milik Polresta Magelang. SRU kedua menyisir dari lokasi awal terjeratnya kendaraan hingga Dam 1. Sementara SRU ketiga melakukan pencarian dari Dam 1 hingga Dam 2 dan berakhir di wilayah Bendo.
"Dari informasi yang kami terima ada empat korban yang dilaporkan hilang. Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan dua korban. Pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan," kata Arif Yulianto.
Ia menuturkan kedua jasad korban ditemukan di antara bebatuan besar dengan jarak sekitar tga kilometer dari titik awal kejadian.
"Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai komunitas potensi SAR di wilayah Magelang dan sekitarnya," kata Arif.
Baca juga: BPPTKG ingatkan potensi lahar hujan dari timbunan material Merapi
Selain korban jiwa, banjir lahar dingin juga menimbulkan kerugian material. Berdasarkan pendataan sementara, tiga truk dilaporkan terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak di area aliran lahar.
Dua alat berat jenis Kobelco juga dilaporkan masih terpendam material pasir dan batu dan hingga kini belum dapat dievakuasi.
Diketahui, banjir lahar dingin terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi.
Dalam operasi hari pertama, satu korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat lainnya dalam pencarian, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka. Dua diantaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Muntilan.
Baca juga: Empat gunung api berstatus Siaga dalam pantauan intensif BNPB





