Trump Tawarkan Asuransi dan Pengawalan Angkatan Laut bagi Kapal Tanker di Teluk Persia di Tengah Konflik Iran

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan menawarkan asuransi serta pengawalan Angkatan Laut bagi kapal tanker yang melintasi Teluk Persia di tengah meluasnya konflik setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Selasa, 3 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah kekhawatiran bahwa konflik di kawasan Timur Tengah dapat mengganggu perekonomian global terutama sektor energi dan jalur perdagangan minyak dunia.

Melalui media sosial, Trump mengatakan telah memerintahkan Perusahaan Keuangan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau DFC untuk menyediakan asuransi risiko politik bagi perusahaan pelayaran.

Asuransi tersebut juga mencakup jaminan keamanan terhadap aktivitas perdagangan maritim di kawasan Teluk Persia.

Trump menyebut fasilitas tersebut akan diberikan kepada seluruh perusahaan pelayaran dengan "harga yang sangat wajar".

Kebijakan tersebut ditujukan kepada perusahaan pelayaran yang melintasi kawasan Teluk Persia khususnya kapal yang membawa pasokan energi.

Trump juga menyatakan bahwa jika diperlukan Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia dan menjadi jalur utama perdagangan energi global.

Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Energi

Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan berbagai langkah tambahan untuk memastikan pasokan energi global tetap stabil.

Beberapa negara diketahui sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Jepang menjadi salah satu negara dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap minyak dari wilayah tersebut.

Sekitar 95 persen impor minyak mentah Jepang berasal dari kawasan Timur Tengah.

Sebagian besar pengiriman minyak tersebut melewati Selat Hormuz yang berada di antara Iran dan Oman.

Situasi kawasan semakin memanas setelah serangan pada Sabtu yang menyebabkan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah tokoh penting lainnya tewas.

Peristiwa tersebut memicu konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah yang merupakan wilayah pengekspor minyak paling penting di dunia.

Sebagai balasan terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, Iran menyerang sejumlah fasilitas energi di kawasan tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar.

Trump Sebut Banyak Calon Pemimpin Iran Tewas

Di tengah ketegangan yang meningkat, Trump juga menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Trump mengatakan banyak pejabat yang sebelumnya dianggap sebagai calon pemimpin baru Iran telah tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

" Sebagian besar orang yang kami pertimbangkan tewas," ujar Trump.

Trump menambahkan bahwa sejumlah tokoh lain yang diperkirakan menjadi kandidat pemimpin Iran juga kemungkinan telah meninggal.

" Kami punya kelompok lain. Menurut laporan, mungkin mereka juga sudah tewas. Jadi, saya kira akan ada gelombang ketiga yang datang. Sebentar lagi, kita tidak akan mengenal siapa pun," kata Trump.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan skenario terburuk di Iran, Trump menyebut seseorang yang "seburuk" mendiang Ayatollah Ali Khamenei dapat mengambil alih kepemimpinan negara tersebut.

Trump juga menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah melemahkan kekuatan militer Iran.

" Kita lihat saja apa yang terjadi, tapi pertama kita harus menghabisi militer," ujar Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Drama OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Hampir Lolos, Tertangkap di SPKLU Tengah Malam
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Ternyata Iran Bukan Negara Arab, Ini Penjelasannya
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Digunakan Korea Utara dan Iran, Stablecoin Disebut Menjadi Alat Transaksi Ilegal
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
OJK Kejar 75% Emiten Penuhi Ketentuan Free Float Sebesar 15%
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Resmi Tingkatkan Kasus OTT Fadia Arafiq Bupati Pekalongan ke Tahap Penyidikan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.