Penulis: Nana Juhana
TVRINews, Kuningan
Ratusan warga Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, memadati lokasi Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Kuningan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sejak pagi, warga sudah mengantre untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Berbagai kebutuhan disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, terigu, telur, hingga daging. Beras dijual seharga Rp12 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp14 ribu per kilogram. Setiap warga dibatasi pembelian maksimal 10 kilogram.
Dalam waktu singkat, tiga ton beras yang disiapkan panitia habis terjual. Selain beras, komoditas lain seperti minyak, telur, dan terigu juga diminati warga yang ingin memanfaatkan harga selisih untuk menekan pengeluaran rumah tangga.
Salah seorang warga, Kiki Roimah, mengaku kegiatan ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Namanya kita rumah tangga, kita ambil yang murah aja. Berasnya di pasar 14 sekilo, kalau di sini 12. Terbantu banget, buat sehari-hari aja,” ujar Kiki Roimah.
Hal senada disampaikan Wawat Daswati. Ia menilai selisih harga yang didapat cukup berarti bagi kondisi ekonomi keluarga.
“2000–3000 lumayan lah ya. Terbantu banget, buat sehari-hari,” kata Wawat Daswati.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa.
“Kita berharap bahwa kegiatan ini terus berlanjut dan kami siap kolaborasi dengan pemerintah Kabupaten, kalau bisa hampir seluruh desa dapat, sesuai kemampuan dari pemerintah Kabupaten tentunya,” ujar AKBP Muhamad Ali Akbar.
Program Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan sebagai upaya menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok. Selama bulan suci Ramadan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar di 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan.
Editor: Redaktur TVRINews




