Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Teriak: “Demi Allah Nggak Ada OTT!”

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Suasana di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026) siang mendadak riuh. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, keluar dari ruang pemeriksaan dengan rompi oranye dan tangan terborgol.

Meski telah mengenakan atribut tersangka korupsi, putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq ini menunjukkan sikap perlawanan.

Di hadapan awak media, ia melontarkan bantahan keras terkait prosedur penangkapan yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Sambil melangkah menuju mobil tahanan, politikus Partai Golkar ini dengan lantang menyatakan bahwa dirinya tidak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Fadia menegaskan bahwa saat diamankan, penyidik tidak menemukan barang bukti berupa uang tunai padanya.

Ia bahkan menyeret nama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memperkuat alibinya saat detik-detik penangkapan terjadi.

“Saya tidak di-OTT, tidak ada barang apa pun yang disita dari saya. Saat penangkapan, apakah mereka menggerebek rumah saya? Tidak. Saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah saat itu. Jadi demi Allah, tidak ada OTT dan tidak ada uang serupiah pun,” tegas Fadia dengan nada tinggi.

Respon KPK dan Penetapan Status Tersangka

Meskipun Fadia memberikan bantahan yang emosional, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya telah memiliki bukti permulaan yang cukup kuat.

Penggunaan rompi oranye dan pemborgolan tangan menjadi indikasi valid bahwa status hukum Fadia telah dinaikkan menjadi Tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik telah merampungkan gelar perkara (ekspose) dalam waktu 1×24 jam terhadap 14 orang yang diamankan sebelumnya. Penahanan awal pun langsung dilakukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Menanti Detail Konstruksi Perkara

KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi pada siang ini untuk mengungkap secara transparan konstruksi perkara korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung yang melibatkan sang Bupati serta Sekretaris Daerah (Sekda) setempat.

Pihak lembaga antirasuah juga diharapkan akan memberikan klarifikasi terkait klaim Fadia yang mengaku sedang bersama Gubernur Jateng saat proses pengamanan berlangsung, guna meluruskan simpang siur kronologi penangkapan di lapangan. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kena Boikot, ChatGPT Dikabarkan Kehilangan 1,5 Juta Pengguna
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Cesc Fabregas Kecewa Cuma Imbang Lawan Inter Milan, Harusnya Como Menang!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Gejolak di Timur Tengah Tak Berdampak Signifikan ke Pembiayaan PT SMI
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Muhaimin: Pemerintah Daerah Jadi Motor Utama Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
• 40 menit lalutvrinews.com
thumb
Potret Pasukan Israel Maju ke Lebanon, Perang Timur Tengah Menggila
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.