JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ingin masyarakat Indonesia naik kelas dan keluar dari kemiskinan.
Oleh karena itu, fokus pemerintahan Indonesia saat ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.
"Bila kita ingin masyarakat terus naik kelas dan bermartabat, maka pemberdayaan masyarakat adalah kuncinya," ujar Cak Imin saat menghadiri agenda Peran Pemerintah Daerah dalam Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Kemiskinan dan Kesehatan: Sebuah Katastropik
Pemerintah, kata Cak Imin, telah memasuki paradigma baru sebagai babak pembangunan kesejahteraan Indonesia.
Salah satu upayanya adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan menjadikan bantuan sosial (bansos) sebagai bantalan sementara saja.
"Pemerintah melakukan pergeseran paradigma kebijakan yang selama ini hanya berorientasi kepada perlindungan sosial, bergeser menuju pemberdayaan masyarakat. Bantuan sosial hanyalah bantalan sementara, jaminan sosial menjadi jaring pengaman," ujar Cak Imin.
Baca juga: Mengentaskan Kemiskinan atau Mengelola Kemiskinan?
Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem pada 2026Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan target pemerintah untuk mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Angka 0 persen tersebut ditargetkan tercapai pada 2026, yang disebutnya sebagai target ambisius pemerintah.
"Pemerintah telah menetapkan target ambisius dan terukur yaitu kemiskinan ekstrem 0 persen di tahun 2026. Seiring dengan itu, kami optimis dan yakin kemiskinan nasional turun hingga angka maksimal 5 persen pada 2029," tutur Cak Imin.
Baca juga: Kolaborasi Kemenkop, Kemensos, dan BP Taskin di Purworejo, Kopdes Merah Putih Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pemberdayaan merupakan salah satu kunci untuk menaikkan kelas dan martabat masyarakat Indonesia.
"Dengan paradigma ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi kita dorong menjadi pelaku pembangunan," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya dalam memberantasa kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam empat tahun.
Targetnya tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).
"Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem, dan kita akan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi saya dalam hidup," ujar Prabowo dalam pidatonya, Kamis.
Baca juga: Cak Imin: Kita Bertekad Turunkan Kemiskinan hingga 5 Persen pada 2029
Pendidikan, kata Prabowo, menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintahannya menghadirkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin.
"Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, saya membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin," ujar Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




