Pemerintah Iran mewanti-wanti negara-negara Eropa untuk tidak bergabung dalam perang melawan negara tersebut. Dalam pengumuman resmi di Teheran, ibu kota Iran pada hari Selasa (3/3) waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa tindakan apa pun oleh negara-negara Eropa akan dianggap sebagai "tindakan perang", dan akan dibalas dengan menyerang kota-kota di Eropa.
Hal ini disampaikan setelah beberapa negara Eropa mengatakan mereka dapat mengambil "tindakan defensif" dalam menghadapi kemampuan peluncuran rudal Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Teheran memperingatkan bahwa langkah seperti itu akan dianggap sebagai provokasi langsung, dan akan memperluas serangan balasan negara itu untuk menargetkan kota-kota dan negara-negara Eropa.
"Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor. Itu akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran," kata Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
"Defensif sama artinya dengan ofensif, tidak masuk akal, apakah mereka ingin menghilangkan kemampuan dan kapasitas Iran untuk melawan agresor," katanya dalam konferensi pers kepada kantor berita pemerintah Iran, dilansir Press TV dan Euronews, Rabu (4/3/3036).
"Akan sangat disayangkan jika negara-negara ini berpihak pada agresor, mereka sudah cukup berbuat melawan Iran," tambah Baghaei.
Peringatan ini muncul ketika negara-negara Eropa berupaya meningkatkan pertahanan mereka, karena perang Iran terancam meluas ke luar Timur Tengah, dan menimbulkan ancaman bagi keamanan Eropa.
(ita/ita)





