Tingginya angka pengangguran generasi muda menjadi perhatian pemerintah, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam laporan terbaru, disebutkan dari sekitar 7,4 juta pengangguran di Indonesia, 82 persen di antaranya merupakan kelompok usia di bawah 40 tahun.
Hal tersebut disampaikan dalam acara laporan capaian kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Shopee Indonesia, melalui Program Emak-Emak Matic dan GenMatic.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, sektor ekonomi digital dapat menjadi salah satu solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja muda.
“Dari sekitar 7,4 juta pengangguran, 82 persen adalah generasi muda."
"Mereka relatif lebih mudah memahami digitalisasi."
"Kalau ini bisa kita serap sebagai affiliate, merchant, atau seller online, tentu akan sangat membantu mengurangi pengangguran terbuka,” ujar Riefky di acara Laporan Capaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan GenMatic di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital menunjukkan tren positif.
Saat ini terdapat sekitar 27,4 juta orang yang bekerja di sektor ekonomi kreatif, dengan pertumbuhan mencapai 1 hingga 1,5 juta orang per tahun.
Sekitar 50 persen di antaranya merupakan generasi muda.
Program Emak-Emak Matic dan GenMatic dinilai relevan, karena tidak hanya menyasar ibu rumah tangga, tetapi juga generasi muda yang ingin mengembangkan penghasilan berbasis hobi dan passion.
“Di era digital ini, bekerja sesuai passion justru bisa menghasilkan pendapatan berkali lipat dari upah minimum,” katanya.
Baca Juga: Kolaborasi Kemenekraf–Shopee Jangkau 3.000 Peserta, Dorong UMKM Lebih Cuan
Pemerintah berharap kolaborasi dengan Shopee Indonesia dapat terus berlanjut pada 2026, dengan jangkauan yang lebih luas.
Dengan optimalisasi literasi digital dan pelatihan berkelanjutan, sektor ekonomi digital diharapkan mampu menjadi motor penciptaan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (*)





